Tantangan Lebih Berat, Wakil Ketua MPR: Polri Harus Lebih Profesional

Rabu, 01 Juli 2020 - 13:29 WIB
Menurut Wakil Ketua Umum DPP PKB ini, di bawah kepemimpinan Idham Azis, Polri telah melakukan perombakan besar-besaran dalam rangka membangun soliditas internal. "Tentu kami mengapresiasi apa yang dilakukan Pak Idham Azis, namun yang terpenting adalah bagaimana Polri bisa meningkatkan kinerja nyatanya dalam rangka membangun ketertiban dan keamanan," paparnya. (Baca juga: HUT 74 Bhayangkara, Susaningtyas: Polri Harus Inovatif Hadapi Tantangan yang Makin Kompleks)

Sejauh ini langkah perombakan besar-besaran di tubuh Polri, dinilai sudah cukup bagus. Namun, yang lebih penting dari itu adalah bagaimana Kapolri bisa lebih solid dan memperbaiki budaya kerja yang lebih profesional. "Tentu perbaikan internal yang dilakukan saat ini mengarahnya ke sana saya yakin," kata Jazilul.

Disinggung mengenai masih rendahnya penilaian publik terhadap kinerja Kepolisian yang sering tergambar dari berbagai survei, Jazil mengatakan hal itu harus dijadikan sebagai acuan bagi Kepolisian untuk semakin meningkatkan kinerjanya. "Memang kedisiplinan aparat kepolisian yang jumlahnya sedemikian besar sehingga kadang ada tindakan atau penanganan dari aparat kepolisian yang berlebihan atau melampaui kewenangan. Ini harus lebih didisiplinkan agar Kepolisian bisa melakukan penegakan hukum yang benar," tuturnya.

Terkait akan berakhirnya masa tugas Kapolri, Jazilul Fawaid mengatakan Kapolri harus meninggalkan legacy yang baik di masa sisa tugasnya sekitar enam bulan ke depan. "Yang paling penting di Kepolisian adalah membangun citra dan kinerja yang profesional untuk aparatur. Itu yang penting harus dilakukan oleh Pak Idham karena saya nilai legacy selama kepemimpinan Pak Idham ini baru pada percepatan perombakan internal. Kultur kinerja sudah cukup membaik tapi masih perlu dilanjutkan," katanya. (Baca juga: Jokowi Kembali Ingatkan Polri Gigit Koruptor Anggaran Covid)

Menurut Jazil, Kapolri harus bisa meninggalkan legacy yang dapat dikenang sebagai polisi yang baik. "Bukan seperti dalam anekdot polisi tidur atau patung polisi, tapi memang polisi yang memiliki integritas, dedikasi dalam menjalankan tugasnya. Dan saya melihat Pah Idham sudah mengarah ke arah itu dengan melakukan perbaikan-perbaikan," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!