Pragmatisme Parpol Mendorong Gencarnya Silaturahmi Elite Politik

Rabu, 24 Agustus 2022 - 06:59 WIB
“Memang demikian adanya. Sampai saat ini, detik ini, belum ada kesepakatan yang jelas soal koalisi. Dalam bahasa mudahnya, masih saling lirik melirik, masih tahap awal, belum ada yang mengikat satu sama lain, meski secara formal mereka bilang KIB ada, Nasdem-PKS-Demokrat. Belum ada pengantinnya, ya belum ada,” jelasnya.

Untuk itu, kata Aditya, meski sudah terbentuk koalisi maupun memiliki kedekatan pada poros tertentu, parpol masih terus menjajaki peluang sehingga bisa saja nantinya ada perubahan. Dan selagi parpol saling lirik, lembaga survei memasangkan sejumlah nama elite sebagai eksperimen.

“Eksperimen itu dalam konteks menggalang dukungan, atau memastikan bahwa si A cocok dengan si B atau B cocok dengan yang lain. Mungkin bisa terjadi atau tidak,” terang Aditya.

Menurut dia, dengan nama-nama yang beredar ini bisa menjadi panduan atau bahkan nilai tawar bagi elit tersebut dan parpolnya. Jadi, pada dasarnya parpol belum punya satu kesamaan dan ideologis untuk memudahkan mereka untuk melekat satu sama lain, jadi masih sangat cair.

Bahkan, Aditya menduga, parpol maupun koalisinya masih akan menahan diri untuk mengumumkan capres dan cawapres mereka. "Baru pada awal tahun depan, akan terang benderang kemana arah dan pilihan mereka," pungkasnya.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!