Kisah Cinta Jenderal Polisi yang Tak Pernah Menyakiti Hati Sang Istri

Minggu, 14 Agustus 2022 - 07:00 WIB
Di saat cinta sedang tumbuh bersemi, Adang dan Nunun harus ikhlas menjalani hubungan jarak jauh. Nunun yang merupakan perempuan kelahiran Sukabumi, 28 September 1951, harus melanjutkan sekolah di Jakarta. Sementara Adang tetap berada di Sukabumi untuk menyelesaikan pendidikan Taruna Kepolisian.

Untuk menyiasatinya, Nunun rela pulang sepekan sekali ke Sukabumi. Selain bertemu orang tua dan keluarga, kepulangan Nunun juga untuk melepas rindu dengan sang kekasih, Adang Daradjatun.

Namun seminggu sekali tidak cukup untuk meredam rindu yang membara. Hampir setiap hari keduanya saling berkirim surat. Kehadiran surat-surat itu menjadi penghibur hati yang sepi.

"Surat saya panjang dan puitis. Tapi, kalau Bapak, balasannya biasa saja. Lebih banyak nasihat," tutur Nunun.

Cemburu yang disebut sebagai bumbu sebuah percintaan juga dialami oleh pasangan Adang dan Nunun. Namun jika biasanya wanita yang cemburuan, tapi malah Adang Daradjatun yang kelak menjadi Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) ini yang kerap menunjukkannya.

Latar belakang keluarga yang berbeda juga membuat keduanya hanya memiliki sedikit persamaan. Adang berasal dari keluarga bangsawan dan pejabat, sedangkan Nunun dari keluarga pedagang. Namun banyaknya perbedaan itu malah membuat hubungan keduanya semakin erat. Dalam perbedaan itu, Adang dan Nunun bisa merasakan ketergantungan dan saling membutuhkan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!