Gerakan Propaganda A3 Jepang yang Layu Sebelum Berkembang

Minggu, 14 Agustus 2022 - 05:37 WIB
Isi propaganda A3 adalah Ajia no hikari Nippon atau Jepang cahaya Asia; Ajia no botai Nippon atau Jepang pelindung Asia; dan Ajia no shidōsya Nippon atau Jepang pemimpin Asia. Untuk memuluskan propaganda 3A ini, Jepang menunjuk tokoh pergerakan nasional Mr Syamsuddin sebagai ketua.

Propaganda 3A pun disemai di setiap aktivitas masyarakat, terutama melalui jalur pendidikan. Sejalan dengan propaganda A3 itu, diperluas pula opini bahwa Jepang akan membantu kemerdekaan Indonesia. Benar saja, awalnya simpati rakyat muncul. Tetapi gerakan ini tak pernah berkembang mekar sepeti diinginkan Jepang

Tak lama kemudian simpati tersebut berganti protes. Tentu saja karena rakyat setelah melihat bagaimana sepak terjang Jepang yang baru beberapa bulan saja menguasai Indonesia. Propaganda A3 dinilai hanya menguntungkan Jepang, bukan rakyat Indonesia yang mencita-citakan kemerdekaan.

Mohammad Hatta dalam Memoir (1979) menyebutkan bahwa Gerakan 3A tidak disukai karena lebih banyak "menggolong" daripada menolong. Lantaran tidak mendapat dukungan rakyat, propanda A3 dihentikan pada awal 1943.

Namun sebagai ganti, propaganda lain telah disiapkan Jepang demi mempertahankan simpati rakyat Indonesia untuk memenangkan Perang Dunia II melawan Sekutu. Salah satunya memberikan ruang lebih besar untuk umat Islam sebagai komunitas mayoritas rakyat Indonesia untuk mengekspresikan semangat keagamaan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!