Kapuspen soal Sejarah TNI: Kita Masukkan Perlahan Tanpa Mendoktrin
Selasa, 09 Agustus 2022 - 07:35 WIB
Sebelum diproduksi, Santosa mengungkapkan bahwa produser film Jo Sahabat Sejati yakni Amanda Latief, mendatanginya untuk berbincang soal sejarah Jenderal Soedirman. Ketika itu dia masih menjabat sebagai Kepala Pusat Sejarah TNI.
Dari pertemuan tersebut, Santosa mengatakan terwujudlah satu adegan dalam film tersebut mengenai dialog Jenderal Soedirman.
"Pada saat kenal Mbak Amanda kita sharing akhirnya terwujud film ini dimana ada salah satu adegan di situ dialog antara Panglima Soedirman dengan presiden Soekarno itu peristiwa agresi militer Belanda II tanggal 19 Desember 1948 di situ terlihat Bung Karno menginginkan Pak Dirman sedang sakit lebih baik tinggal di Jogja saja," katanya.
"Tapi Pak Dirman ingin melanjutkan perjuangannya dengan bergerilya sehingga akhirnya Bung Karno merestui justru menyampaikan tunjukkan pada dunia bahwa kemerdekaan Republik Indoensia bukan hadiah semata itu clue di situ," sambungnya.
Dari pertemuan tersebut, Santosa mengatakan terwujudlah satu adegan dalam film tersebut mengenai dialog Jenderal Soedirman.
"Pada saat kenal Mbak Amanda kita sharing akhirnya terwujud film ini dimana ada salah satu adegan di situ dialog antara Panglima Soedirman dengan presiden Soekarno itu peristiwa agresi militer Belanda II tanggal 19 Desember 1948 di situ terlihat Bung Karno menginginkan Pak Dirman sedang sakit lebih baik tinggal di Jogja saja," katanya.
"Tapi Pak Dirman ingin melanjutkan perjuangannya dengan bergerilya sehingga akhirnya Bung Karno merestui justru menyampaikan tunjukkan pada dunia bahwa kemerdekaan Republik Indoensia bukan hadiah semata itu clue di situ," sambungnya.
(muh)
Lihat Juga :