Elektabilitas Puan Maharani Masih Tiarap, Effendi Simbolon Ungkap Penyebabnya
Rabu, 03 Agustus 2022 - 15:05 WIB
"Memang Mbak Puan selain dilakukan banyak hal dan dilakukan sosialisasi dan pendekatan di 34 provinsi dan 514 kabupaten/kota dan berbagai elemen masyarakat, sepanjang belum di-declare, jangankan di-declare di-announce, didengungkan saja bahwa Mbak Puan capres dari PDIP yang punya kecukupan persyaratan untuk langsung bisa mengusung itu akan mempengaruhi tingkat elektabilitas yang didapat dari hasil survei," jelasnya.
Effendi menuturkan kondisi di PDIP berbeda dengan parpol lain yang sudah mendeklarasikan capresnya, bahkan memasangkan dengan tokoh tertentu sebagai cawapres. Sementara di PDIP, belum ada nama yang dimajukan sebagai capres.
"Kita lihat calon-calon lain sudah terang-terangan capres 2024, si A, si B dipasang-pasangkan dengan si C. Sangat terbuka inklusif, tidak ada yang ditutup-tutupi. Di kami enggak ada dan memang belum ada," kata Anggota Komisi I DPR ini.
Menurut Effendi, seluruh kader dan pengurus ikut arahan di partai, bahwa PDIP tidak ikut ke dalam arus euforia masyarakat yang mengusung tokoh tertentu sebagai capres, apakah dari partai, dari relawan ataukah elemen-elemen masyarakat lainnya. Bahkan, hampir tidak ada satu pun spanduk atau billboard yang menyampaikan bahwa Puan Maharani merupakan capres PDIP.
"Hampir tidak ada kita lihat billboard atau spanduk yang menyampaikan bahwa Puan Maharani capres PDIP, enggak ada. Kami di PDIP, jangankan secara oral, secara tertulis pun kami tidak dibolehkan, tidak dibenarkan," terangnya.
Effendi menuturkan kondisi di PDIP berbeda dengan parpol lain yang sudah mendeklarasikan capresnya, bahkan memasangkan dengan tokoh tertentu sebagai cawapres. Sementara di PDIP, belum ada nama yang dimajukan sebagai capres.
"Kita lihat calon-calon lain sudah terang-terangan capres 2024, si A, si B dipasang-pasangkan dengan si C. Sangat terbuka inklusif, tidak ada yang ditutup-tutupi. Di kami enggak ada dan memang belum ada," kata Anggota Komisi I DPR ini.
Menurut Effendi, seluruh kader dan pengurus ikut arahan di partai, bahwa PDIP tidak ikut ke dalam arus euforia masyarakat yang mengusung tokoh tertentu sebagai capres, apakah dari partai, dari relawan ataukah elemen-elemen masyarakat lainnya. Bahkan, hampir tidak ada satu pun spanduk atau billboard yang menyampaikan bahwa Puan Maharani merupakan capres PDIP.
"Hampir tidak ada kita lihat billboard atau spanduk yang menyampaikan bahwa Puan Maharani capres PDIP, enggak ada. Kami di PDIP, jangankan secara oral, secara tertulis pun kami tidak dibolehkan, tidak dibenarkan," terangnya.
Lihat Juga :