Badaruddin Puang Kembali Terpilih sebagai Ketua Umum PPBTPI Masa Bakti 2022-2027
Kamis, 28 Juli 2022 - 19:16 WIB
“Dengan adanya PPBTPI di setiap provinsi ini diharapkan agar terjaminnya ketersediaan benih dalam jumlah yang cukup dan tepat waktu baik untuk kebutuhan pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun kebutuhan swasta serta kebutuhan masyarakat umum,” katanya, Kamis (28/7/2022).
Badaruddin yang juga ketua DPW Partai Bulan Bintang (PBB) Provinsi Sulawesi Selatan ini mengklaim, benih yang diproduksi oleh anggota PPBTPI adalah benih bermutu, bersertifikat, berlabel dan sudah pasti berkualitas sesuai standar yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Badaruddin menegaskan, asosiasi akan mempercepat penerapan standarisasi pembibitan di tingkat anggota.
Baca juga: Jokowi Targetkan 30 Pusat Persemaian dalam 3 Tahun, Bisa Hasilkan 360 Juta Bibit
“Saya jamin konsumen dapat memperoleh benih dengan standar yang sama dari Aceh hingga Papua,” jelas ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Provinsi Sulawesi Selatan itu.
Badaruddin menambahkan, keberadaan bibit perkebunan berkualitas dengan harga terjangkau sangat dibutuhkan pekebun. Pihaknya juga pada 2021 merilis harga bibit tanaman perkebunan. “Penetapan harga ini dilakukan agar konsumen bisa mendapatkan bahan tanam bermutu dengan harga wajar. Harga ini sekaligus menjadi acuan untuk menentukan bibit yang ditawarkan secara tidak rasional, apakah terlalu mahal atau terlalu murah sehingga berisiko pada mutu benih yang tidak layak,” jelasnya.
Badaruddin yang juga ketua DPW Partai Bulan Bintang (PBB) Provinsi Sulawesi Selatan ini mengklaim, benih yang diproduksi oleh anggota PPBTPI adalah benih bermutu, bersertifikat, berlabel dan sudah pasti berkualitas sesuai standar yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Badaruddin menegaskan, asosiasi akan mempercepat penerapan standarisasi pembibitan di tingkat anggota.
Baca juga: Jokowi Targetkan 30 Pusat Persemaian dalam 3 Tahun, Bisa Hasilkan 360 Juta Bibit
“Saya jamin konsumen dapat memperoleh benih dengan standar yang sama dari Aceh hingga Papua,” jelas ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Provinsi Sulawesi Selatan itu.
Badaruddin menambahkan, keberadaan bibit perkebunan berkualitas dengan harga terjangkau sangat dibutuhkan pekebun. Pihaknya juga pada 2021 merilis harga bibit tanaman perkebunan. “Penetapan harga ini dilakukan agar konsumen bisa mendapatkan bahan tanam bermutu dengan harga wajar. Harga ini sekaligus menjadi acuan untuk menentukan bibit yang ditawarkan secara tidak rasional, apakah terlalu mahal atau terlalu murah sehingga berisiko pada mutu benih yang tidak layak,” jelasnya.
Lihat Juga :