BMKG Minta Nelayan Manfaatkan Teknologi dan Informasi Cuaca Sebelum Melaut

Rabu, 27 Juli 2022 - 20:03 WIB
Selain itu, para nelayan juga bisa menggunakan sistem informasi cuaca maritim interaktif melalui aplikasi Indonesian Weather Information for Shipping (INA-WIS), untuk mewaspadai terjadinya ancaman gelombang tinggi. Sehingga dengan bekal tersebut, selain produktivitas tangkap ikan bisa meningkat, serta meminimalisir tingkat kecelakaan di laut.

"Mewaspadai gelombangnya seperti sekarang ini merah, gelombang tinggi. Jadi, berhenti dulu, jangan berlayar, menunggu sampai warnanya berubah menjadi lebih muda, artinya gelombangnya lebih rendah. Jadi tidak hanya meningkatkan produktivitas perikanan tangkap, jumlah kecelakaan juga menurun," ujarnya.

Lebih lanjut, Dwikorita mengatakan SLCN ini digelar sebagai bentuk dukungan BMKG terhadap percepatan pembangunan ekonomi di sektor kelautan dan perikanan nasional. Terlebih, selama pandemi Covid-19, terjadi penurunan signifikan terhadap produksi dan distribusi produk perikanan nasional, penurunan nilai pasar hasil laut, dan juga permintaan konsumen. "Kami berharap lewat gelaran SLCN yang massif ini maka sektor perikanan nasional bisa segera bangkit dan pulih, serta kesejahteraan masyarakat nelayan dapat meningkat," imbuhnya.

Sementara itu, anggota Komisi V DPR RI Novita Wijayanti menyampaikan terima kasih, karena BMKG memberikan pelatihan untuk nelayan, sehingga bisa meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dari nelayan Cilacap. “Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi nelayan, karena nelayan menjadi memiliki wawasan dan pengetahuan lebih sebelum mengikuti pelatihan ini,” ujarnya.

Kegiatan SLCN 2022 yang digelar di Cilacap ini diikuti sebanyak sekitar 100 peserta lebih yang terdiri dari nelayan, masyarakat, penyuluh dari Dinas Perikanan serta Kantor Pancarian dan Pertolongan Basarnas Cilacap.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!