Rokok: Mengingat Iklan, Mencatat Berita

Sabtu, 11 Juni 2022 - 08:23 WIB
Rokok: Mengingat Iklan, Mencatat Berita
Bandung Mawardi

Penulis buku Selingan dan Nukilan (2022)



Ingat rokok, ingat Pram! Kita sejenak memikirkan rokok dan pengarang ampuh sepanjang masa di Indonesia. Foto-foto Pram sedang merokok mengingatkan sejarah dan “marah”. Selama puluhan tahun, kita terlena dengan adegan Chairil Anwar merokok. Kini, kita mengganti dengan Pram.

Penggantian bukan foto tapi pengisahan berlatar penjara di Bukit Duri. Pada suatu hari, penghuni di situ mendapat pembagian “dua bungkus rokok, sekotak geretan, dan sebatang sabun”. Pram dalam Mereka jang Dilumpuhkan (1951) menulis: “Anehnja, waktu aku mulai merokok, segala pikiranku jang pelik-pelik hilang dengan sendirinja. Perlahan-lahan aku mulai berdendang. Dadaku lapang. Pikiranku tenang.”

Kalimat-kalimat itu bisa “dicomot” dalam iklan rokok bila ada perusahaan nekat ingin menampilkan Pram. Kita mengandaikan ada merek rokok beriklan bersenjatakan kata-kata dan foto Pram. Rokok itu mungkin laris dan “legendaris”. Sekian merek rokok memilih para artis (film atau musik) dalam beriklan di koran, majalah, dan televisi. Kita pun menduga Pram atau ahli waris bakal menolak bila ada permintaan menjadikan Pram dan kutipan dari buku tergunakan dalam persaingan iklan di pasar rokok.

Kita sedang menghadapi buku tebal berjudul Penebar Rayuan, memuat ulasan-ulasan sembarangan mengenai iklan dan berita rokok di pelbagai majalah masa 1990-an. Pembuat kliping atau penulis memberi penjelasan tak panjang. Kita membaca sejenak-sejenak, berharap mengerti keragaman gambar, kata, warna, dan segala hal dalam periklanan rokok. Singgungan atau kutipan dari sastra kadang terbaca tapi sedikit. Buku tak mewajibkan ada daftar pustaka. Pembaca saja membuat daftar pustaka sambil menandai perkara-perkara penting tersaji dalam buku.

Pesan dari penulis: “… jika dilihat sebagai upaya dokumentasi, buku ini akan menjadi artefak penting untuk mengetahui dunia periklanan rokok.” Kita membenarkan dengan memanggil sekian buku untuk membaca Penebar Rayuan. Kita ingin buku tak kesepian. Sekian buku terpanggil mungkin menambahi bobot pembacaan kliping tergarap selama wabah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!