Gelar Silaturahmi Nasional, IIPG: Jangan Sampai Pakaian Adat Tergilas Budaya Asing
Rabu, 08 Juni 2022 - 14:44 WIB
Dalam silaturahmi itu, IIPG juga menghadirkan para tokoh seniornya, seperti Ibu Sri Harmoko, Ibu Nina Akbar Tanjung, Ibu Sylvia Agung Laksono, serta dua seniwati kawakan, yakni Niniek L Karim dan Marini Soerjosoemarno. Yanti menuturkan, silaturahmi nasional IIPG tersebut disambut dengan antusias oleh para anggotanya. Sebab, selama dua tahun IIPG tidak menyelenggarakan silaturahmi maupun halalbihalal secara fisik karena pandemi Covid-19.
Baca juga: Cukup Fenomenal, Kemunculan KIB Dinilai Tak Lepas dari Airlangga
Menurut Yanti, IIPG juga menggelar berbagai kegiatan dalam silaturahmi itu. "Di dalamnya ada juga kegiatan sosial, karena itu kepada IIPG di daerah agar dapat mengikuti atau minimal menyesuaikan dengan program pusat," ucap ketua Perempuan untuk Negeri tersebut.
Silaturahmi itu juga menjadi ajang para Pengurus Pusat IIPG unjuk kebolehan line dance atau dansa berderet. Kegiatan tersebut juga disemarakkan flash mob yang melibatkan seluruh peserta. Hal lain yang juga mendapat antusiasme ialah makan malam yang mewajibkan seluruh hadirin mengenakan pakaian adat dari daerah masing-masing. Selanjutnya, panitia acara memberikan hadiah untuk pengurus IIPG dari daerah yang berpenampilan terbaik.
Yanti menegaskan pemakaian busana adat itu sebagai salah satu cara IIPG memperkenalkan sekaligus menjaga pakaian daerah dan budaya bangsa. "Jangan sampai pakaian daerah tergilas oleh budaya-budaya asing yang belum tentu sesuai dengan nilai-nilai ketimuran kita," kata ketua Yayasan Batik Indonesia itu.
Baca juga: Cukup Fenomenal, Kemunculan KIB Dinilai Tak Lepas dari Airlangga
Menurut Yanti, IIPG juga menggelar berbagai kegiatan dalam silaturahmi itu. "Di dalamnya ada juga kegiatan sosial, karena itu kepada IIPG di daerah agar dapat mengikuti atau minimal menyesuaikan dengan program pusat," ucap ketua Perempuan untuk Negeri tersebut.
Silaturahmi itu juga menjadi ajang para Pengurus Pusat IIPG unjuk kebolehan line dance atau dansa berderet. Kegiatan tersebut juga disemarakkan flash mob yang melibatkan seluruh peserta. Hal lain yang juga mendapat antusiasme ialah makan malam yang mewajibkan seluruh hadirin mengenakan pakaian adat dari daerah masing-masing. Selanjutnya, panitia acara memberikan hadiah untuk pengurus IIPG dari daerah yang berpenampilan terbaik.
Yanti menegaskan pemakaian busana adat itu sebagai salah satu cara IIPG memperkenalkan sekaligus menjaga pakaian daerah dan budaya bangsa. "Jangan sampai pakaian daerah tergilas oleh budaya-budaya asing yang belum tentu sesuai dengan nilai-nilai ketimuran kita," kata ketua Yayasan Batik Indonesia itu.
(cip)
Lihat Juga :