Kemendes PDTT Buat Aplikasi Pertemukan Antara Petani dan Pembeli
Selasa, 23 Juni 2020 - 18:28 WIB
"Kalau ini saya bawa ke market place yang besar kayak misalnya tokopedia, shope atau Bukalapak mereka pasti kalah. Kalau kita buka di Bukalapak yang jual cabe itu ribuan merak pasti kalah akhirnya kami dengan teman-teman diskusi dan selesai itu pas menjelang sholat id jadi kami membuat WhatsApp store jadi dan aplikasi itu tidak besar jadi dibawah satu mega 900kb," jelasnya.
Samsul juga mengungkapkan dengan aplikasi tersebut masyarakat di daerah bisa dengan mudah menjual hasil dan produk panennya serta membuka lapangan pekerjaan bagi warga lain.
"Kami melakukan itu dan sekarang berjalan dari mereka punya satu sekarang punya 5 tukang ojeknya sudah 10 dan sekarang sudah merambah ke kabupaten," ungkapnya.
Kemendes PDTT pun bekerja sama dengan Kementrian Komunikasi dan Informatika untuk dapat mentargetkan setiap desa ataupun bada usaha milik desa (Bumdes) dapat menjual produknya secara online.
"Bisa dibuka di dapurkita.bumdesmart.id jadi itu yang sekarang kami kembangkan bersama dengan Kominfo targetnya adalah bagaimana bumdes-bumdes ini ataupun desa-desa ini bisa menjual produk-produknya secara online," tuturnya.
Samsul juga mengungkapkan dengan aplikasi tersebut masyarakat di daerah bisa dengan mudah menjual hasil dan produk panennya serta membuka lapangan pekerjaan bagi warga lain.
"Kami melakukan itu dan sekarang berjalan dari mereka punya satu sekarang punya 5 tukang ojeknya sudah 10 dan sekarang sudah merambah ke kabupaten," ungkapnya.
Kemendes PDTT pun bekerja sama dengan Kementrian Komunikasi dan Informatika untuk dapat mentargetkan setiap desa ataupun bada usaha milik desa (Bumdes) dapat menjual produknya secara online.
"Bisa dibuka di dapurkita.bumdesmart.id jadi itu yang sekarang kami kembangkan bersama dengan Kominfo targetnya adalah bagaimana bumdes-bumdes ini ataupun desa-desa ini bisa menjual produk-produknya secara online," tuturnya.
(maf)
Lihat Juga :