Geopolitik Soekarno Relevan sebagai Haluan Politik Pertahanan Negara

Selasa, 07 Juni 2022 - 09:08 WIB
Dalam disertasinya, Hasto menjabarkan pemikiran geopolitik Soekarno yang berlandaskan Pancasila, sanggup mempengaruhi kondisi nasional maupun global. Pengaruh pemikiran Bung Karno itu, antara lain tampak terang benderang dalam proses pembebasan Irian Barat.

Geopolitik Soekarno pun mewujudkan legitimasi kepemimpinan Indonesia melalui Konferensi Asia Afrika (KAA) sekaligus menjadi keberhasilan pelaksanaan Deklarasi Djuanda. Dampaknya, wilayah Indonesia naik 2,5 kali lipat tanpa melalui perang.

Terkait pengaruh pemikiran geopolitik Soekarno terhadap dunia, Hasto memaparkan soal kepeloporan di KAA dan Gerakan Non-Blok. Pengaruhnya di tengah Perang Dingin, dunia tidak lagi terbagi dua Blok. Tak hanya itu, konsep geopolitik Soekarno juga menghasilkan kemerdekaan negara, seperti di Maroko, Tunisia, Aljazair, dan Sudan.

Umbas berharap teori geopolitik Soekarno dapat dijabarkan lebih lanjut dalam dunia pertahanan. “Sebagaimana rekomendasi Mas Hasto dalam disertasi beliau yang mengusulkan agar Kemhan bersama Kemlu membangun kekuatan pertahanan negara atas cara pandang geopolitik Soekarno,” tuturnya.

Umbas mengungkap selama 32 tahun di bawah rezim Orde Baru, pemikiran-pemikiran Bung Karno dikungkung, bahkan tak sedikit yang distigma negatif. Karenanya, Umbas menyatakan ide-ide Bung Karno sepatutnya dibumikan kembali.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!