Hadiri Jambore Penyuluh Antikorupsi, Ganjar: Kita Butuh Budaya Baru Agar Indonesia Makin Bersih

Jum'at, 20 Mei 2022 - 19:58 WIB
“Pertama itu pimpinan, stakeholder. Pimpinan kelompok ataupun pimpinan kebijakan,” kata penyuluh asal Banten.

Mendengar jawaban itu, Ganjar kemudian mencecar penyuluh tersebut. Ganjar meminta penyuluh tersebut lebih berani menyebut sasarannya. “Kita ajari biar berani dulu, kalau cuma nyebut gubernurnya aja takut ya paling nyuluhin siapa,” kata Ganjar.

Penyuluh asal Sulawesi Selatan mendapat apresiasi dari Ganjar karena lantang menyebut sasaran penyuluhan pertamanya adalah anggota legislatif.

“Maaf kawan-kawan ini pengakuan dari bawah jadi jangan marah, kita terbuka untuk memperbaiki diri,” kata Ganjar menanggapi.

Ganjar kemudian bercerita pengalamannya di Jawa Tengah terkait hal tersebut. Di awal masa jabatannya sebagai gubernur, Ganjar dikenalkan dengan sejumlah istilah pengganti uang pelicin. “Saya sampaikan kepada mereka, saya mohon dukungan untuk kepemimpinan saya dan seterusnya insyaallah sudah nggak ada lagi,” kata Ganjar disambut tepuk tangan para peserta yang hadir.

Ganjar mengatakan, dibutuhkan akumulasi kekuatan dan saling dukung dalam menjalankan tugas penyuluh antikorupsi. Jika ini terjadi, Ganjar yakin penyuluh akan lebih berani.

“Pengalaman di Jawa Tengah dan ternyata membikin aparatur sipil negaranya juga seneng, nanti ini bermitra dengan swasta ini juga seneng, karena mereka terlayani dengan baik, masyarakat pasti seneng tidak ada pungutan, tidak ada pungli, tidak ada gratifikasi kan semua berjalan dengan baik,” tandasnya.

Acara pembukaan Jambore Nasional KOMPAK Seluruh Indonesia Ahli Pembangunan Integritas (API), dihadiri kepala daerah serta inspektur se Jawa Tengah dan Inspektur Provinsi se Indonesia. Kegiatan digelar selama tiga hari mulai 20-22 Mei mendatang. CM
(ars)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!