Gelar Rakor, Kepala BSKDN Kemendagri Ingin Serap Isu Strategis Daerah
Sabtu, 14 Mei 2022 - 13:07 WIB
Menyerap saran dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, lanjut Eko, merupakan hal yang amat penting, mengingat provinsi tersebut akan menjadi ibu kota negara baru.
"Ini merupakan satu bagian penting dari perjalanan kami di provinsi-provinsi terpilih. Apalagi di Provinsi Kalimatan Timur inilah nanti ada ibu kota negara. Saran dari Bapak dan Ibu akan kami tindaklanjuti sebagai masukan untuk pimpinan dalam merumuskan berbagai kebijakan nantinya," jelasnya.
Menyambut hal tersebut, Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Hadi Mulyadi mengapresiasi langkah yang dilakukan BSKDN. Hadi juga menyampaikan terima kasih telah memilih Provinsi Kalimantan Timur sebagai salah satu provinsi yang dikunjungi BSKDN.
Dalam kesempatan itu pula, Hadi juga menyampaikan aspirasi masyarakat Kalimantan Timur dalam peningkatan pembangunan di wilayah mereka.
"Di Provinsi Kalimantan Timur ini, Pak Eko, ada 30 PKP2B (Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara). Terbesar di seluruh Indonesia. Tapi pembangunan di Kalimantan Timur belum mendapatkan perhatian yang serius. Jalan-jalan kita masih rusak," cerita Hadi.
Ia mengharapkan dengan pembangunan di Kalimantan Timur dapat menjadi perhatian pemerintah pusat dalam mencapai pemerataan pembangunan nasional. "Seharusnya support pada Kalimantan Timur sebagai calon ibu kota baru bisa maksimal," ucapnya.
"Ini merupakan satu bagian penting dari perjalanan kami di provinsi-provinsi terpilih. Apalagi di Provinsi Kalimatan Timur inilah nanti ada ibu kota negara. Saran dari Bapak dan Ibu akan kami tindaklanjuti sebagai masukan untuk pimpinan dalam merumuskan berbagai kebijakan nantinya," jelasnya.
Menyambut hal tersebut, Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Hadi Mulyadi mengapresiasi langkah yang dilakukan BSKDN. Hadi juga menyampaikan terima kasih telah memilih Provinsi Kalimantan Timur sebagai salah satu provinsi yang dikunjungi BSKDN.
Dalam kesempatan itu pula, Hadi juga menyampaikan aspirasi masyarakat Kalimantan Timur dalam peningkatan pembangunan di wilayah mereka.
"Di Provinsi Kalimantan Timur ini, Pak Eko, ada 30 PKP2B (Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara). Terbesar di seluruh Indonesia. Tapi pembangunan di Kalimantan Timur belum mendapatkan perhatian yang serius. Jalan-jalan kita masih rusak," cerita Hadi.
Ia mengharapkan dengan pembangunan di Kalimantan Timur dapat menjadi perhatian pemerintah pusat dalam mencapai pemerataan pembangunan nasional. "Seharusnya support pada Kalimantan Timur sebagai calon ibu kota baru bisa maksimal," ucapnya.
Lihat Juga :