Ketum PBNU: Agama Diperalat sebagai Senjata Politik untuk Memperebutkan Kekuasaan

Jum'at, 13 Mei 2022 - 14:50 WIB
Baca juga: Ketum PBNU Dorong Pembangunan Strategi Transformasi Pola Pikir Umat

Sebelumnya, Gus Yahya juga mengucapkan terima kasih karena telah diundang oleh Rabithah 'Alam Islami untuk turut memberikan tanggapan terkait situasi kehidupan antarumat bergama di dunia saat ini. Gus Yahya merasa bersyukur karena upaya penyampaian pesan perdamaian antar umat beragama adalah bagian dari harapan pribadinya.

"Bagi saya, ini adalah harapan pribadi yang secara kebetulan dipenuhi oleh Yang Mulia Syaikh Al Issa," kata Ketum PBNU tersebut dalam pidatonya sebagai ungkapan terima kasih kepada Sekjen Rabithah ‘Alam Islami, Muhammad bin Abdul Karim Al Issa.

Kakak dari Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas tersebut memaparkan langkah lanjutan dari upaya perdamaian dan toleransi antar umat beragama tersebut adalah membangun strategi bersama untuk mentransformasikan pola pikir umat beragama.

Sebagai informasi, dalam kunjungan ke Riyadh kali ini, Ketua Umum PBNU didampingi Habib Muhammad Hilal Al Aidid, Wakil Ketua Umum PBNU, dan Habib Ali Hasan Bahar, Ketua Lazisnu. Selain rombongan PBNU, hadir pula dari Indonesia Hidayat Nurwahid.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!