Kisah Pak AR Memindahkan Tradisi Salat Id di Masjid ke Lapangan

Kamis, 05 Mei 2022 - 08:05 WIB
Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah KH AR Fachruddin atau Pak AR dikenal dengan metode dakwahnya yang santun. Foto/muhammadiah.or.id
JAKARTA - Selain dikenal sebagai ketua umum PP Muhammadiyah terlama sepanjang sejarah, yang diakui secara luas dari sosok KH AR Fachruddin adalah cara berdakwahnya yang santun dan sangat menghargai tradisi masyarakat. Tidak secara frontal mengubah apa yang dianggapnya keliru, melainkan menggunaan siasat halus yang mengena dan tidak bisa digugat lagi.

Inilah karakter menonjol dari Pak AR, begitu dia akrab dipanggil, yang telah banyak buktinya. Salah satunya berkaitan dengan salat Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha. Sebagai orang Muhammadiyah, Pak AR tentu berpandangan lebih baik salat Id dilaksanakan di tanah lapang, kendati tidak menganggap salah juga kalau dilakukan di masjid, sebagaimana tradisi masyarakat pada masanya.



Baca juga: Jumlah Kiai Muhammadiyah Terus Menurun, Ini Faktor Penyebabnya

Dikisahkan dalam buku Jejak Kisah Pengukir Sejarah, beberapa waktu mendekati pelaksanaan salat Id di Desa Bleberan Banaran, Yogyakarta, Pak AR yang kala itu menjadi perangkat desa di bagian sosial berpikir untuk menggelar salat Id berjamaah di tanah lapang. Pak AR berpikir keras menemukan cara untuk mengarahkan salat Id ke tanah lapang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!