Edukasi Gizi YAICI Bersama Muslimat NU Jangkau Daerah Stunting Tertinggi di Indonesia

Senin, 04 April 2022 - 13:27 WIB
Ia akan mendorong institusinya agar perhatian terhadap edukasi mengenai cara konsumsi susu kental manis menjadi perhatian dinas setempat karena selama ini belum ada sosialisasi mengenai bahaya konsumsi kental manis.

Senada dengan itu, Erna Yulia Soefihara, Ketua Bidang Kesehatan PP Muslimat NU mengatakan, pihaknya akan terus menyampaikan edukasi mengenai gizi kepada masyarakat terutama kader-kader NU. Sebab, pemahaman mengenai gizi berkaitan langsung dengan kesehatan anak dalam keluarga.

"Saat anak terkena stunting, yang pertama kali terganggu itu adalah otak anak. Begitu anak lahir, otak anak Tidak berkembang sebagaimana mestinya," kata Erna.

Sebelumnya, PP Muslimat NU bersama YAICI juga telah melakukan edukasi dan penelusuran lapangan di sejumlah kota di Indonesia di antaranya kota-kota di Jawa Timur, Sulawesi Tenggara, Yogyakarta, Maluku hingga Kepulauan Riau.

Erna juga menambahkan, selain di Kupang, NTT, PP Muslimat NU bersama YAICI juga telah melakukan edukasi di Jawa Timur, yakni di Banyuwangi dan Sidoarjo. Erna menegaskan edukasi ini untuk membatasi konsumsi gula harian. "Gula adalah media yang paling disenangi sel-sel kanker. Jadi sebaiknya konsumsi makanan minuman tinggi gula ini sebaiknya dihindari. Makanya penderita kanker sebaiknya membatasi konsumsi gula, apalagi susu kental manis, ini sangat disukai oleh sel-sel kanker untuk tumbuh," kata Erna.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!