Survei IPO, Partai Perindo Berpotensi Geser PKB di Senayan
Senin, 28 Maret 2022 - 21:05 WIB
Berdasarkan survei IPO, posisi Partai Persatuan Indonesia (Perindo) memperoleh dukungan yang terpaut tipis dengan PKB. Foto/Tangkapan Layar
JAKARTA - Lembaga survei Indonesia Political Opinion (IPO) merilis hasil survei Persepsi Publik atas Kinerja Kepala Daerah dan Konstelasi Politik 2024. Hal ini ditujukan untuk menguji preferensi pemilih apakah kinerja pemerintah selama ini menjadi rujukan pemilihan atau tidak.
Baca juga: Survei IPO Tempatkan Anies Baswedan dengan Elektabilitas Tertinggi
Dalam temuan surveinya, Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah Putra menyampaikan, salah satu pertanyaan surveinya juga hendak memotret preferensi publik terhadap partai politik apabila dilakukan pemilihan umum hari ini.
Baca juga: Survei IPO Ungkap Elektabilitas 3 Parpol Parlemen Turun Drastis
Berdasarkan temuannya, Dedi mengungkapkan, posisi Partai Persatuan Indonesia (Perindo) memperoleh dukungan yang terpaut tipis dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
"Dari 18 partai yang kami survei, Perindo menempati posisi nomor delapan dengan perolehan 3.8 persen terpaut dekat dengan PKB yang berada di atasnya dengan perolehan 4.6 persen," ujar Dedi menjelaskan dalam Diskusi Media dan Rilis Survei bertemakan Wacana Penundaan Pemilu dan Imbas Elektoral Partai Politik, Senin (28/3/2022).
Baca juga: Survei IPO Tempatkan Anies Baswedan dengan Elektabilitas Tertinggi
Dalam temuan surveinya, Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah Putra menyampaikan, salah satu pertanyaan surveinya juga hendak memotret preferensi publik terhadap partai politik apabila dilakukan pemilihan umum hari ini.
Baca juga: Survei IPO Ungkap Elektabilitas 3 Parpol Parlemen Turun Drastis
Berdasarkan temuannya, Dedi mengungkapkan, posisi Partai Persatuan Indonesia (Perindo) memperoleh dukungan yang terpaut tipis dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
"Dari 18 partai yang kami survei, Perindo menempati posisi nomor delapan dengan perolehan 3.8 persen terpaut dekat dengan PKB yang berada di atasnya dengan perolehan 4.6 persen," ujar Dedi menjelaskan dalam Diskusi Media dan Rilis Survei bertemakan Wacana Penundaan Pemilu dan Imbas Elektoral Partai Politik, Senin (28/3/2022).
Lihat Juga :