Rano Karno Sebut Kebudayaan Adalah DNA Bangsa
Selasa, 16 Juni 2020 - 17:17 WIB
"Tujuan utamanya adalah menjaga keutuhan kebudayaan bangsa daripada serangan budaya lain. Itu tujuan utamanya. Kesejahteraan rakyat lahir batin untuk memperkuat ketahanan nasional. Jadi ini untuk self defense agar ideologi kita tidak terganggu. Karena itu negara bertanggung jawab memajukan perfilman," paparnya.
Terkait Bung Karno, Rano membahas tentang sosok Marhaen yang ceritanya menjadi basis dari Marhaenisme di kalangan nasionalis. Rano mengatakan barangkali banyak yang bertanya mengenai seorang Pak Marhaen.
Dia menjelaskan, Marhaen adalah petani sederhana berbaju lusuh yang ditemui Bung Karno sedang bekerja di sawah. Bung Karno menyapanya dan bertanya soal kehidupannya.
"Bung Karno menyebut namanya Marhaen. Marhaen seorang petani kurus kering. Dari situ Bung Karno merasakan tercetus ilham. Aku akan menamakan seorang yang bernasib malang seperti dia adalah Marhaein," ujar Rano.
"Bayangkan seorang Bung Karno bertemu seorang petani, tapi dia bisa menciptakan ideologi yang disebut Marhaenisme. Ini adalah hasil sebuah penemuan budaya," tuturnya.
Terkait Bung Karno, Rano membahas tentang sosok Marhaen yang ceritanya menjadi basis dari Marhaenisme di kalangan nasionalis. Rano mengatakan barangkali banyak yang bertanya mengenai seorang Pak Marhaen.
Dia menjelaskan, Marhaen adalah petani sederhana berbaju lusuh yang ditemui Bung Karno sedang bekerja di sawah. Bung Karno menyapanya dan bertanya soal kehidupannya.
"Bung Karno menyebut namanya Marhaen. Marhaen seorang petani kurus kering. Dari situ Bung Karno merasakan tercetus ilham. Aku akan menamakan seorang yang bernasib malang seperti dia adalah Marhaein," ujar Rano.
"Bayangkan seorang Bung Karno bertemu seorang petani, tapi dia bisa menciptakan ideologi yang disebut Marhaenisme. Ini adalah hasil sebuah penemuan budaya," tuturnya.
(dam)
Lihat Juga :