Ini Cara Polda Kalimantan Tengah Cegah Karhutla dan Hadapi Covid-19
Selasa, 16 Juni 2020 - 09:30 WIB
Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Dedi Prasetyo.
JAKARTA - Polda Kalimantan Tengah mendirikan 'Desa Pantang Mundur' (Lewu Isen Mulang). Hal itu dilakukan karena penyebaran Covid-19 sangat berdampak luas terhadap kehidupan sosial, ekonomi serta budaya.
Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, awal mula didirikan Lewu Isen Mulang karena Corona dipandang sebagai suatu ancaman yang sangat merugikan. "Upaya-upaya telah dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 sudah dilakukan namun langkah-langkah tersebut belum dapat terlihat pengaruhnya terhadap penurunan penyebaran Covid-19, bahkan tidak jarang menimbulkan konflik dan perselisihan dalam pelaksanaannya," kata Dedi dalam keterangannya, Minggu (14/6/2020).
Ia menjelaskan, Isen Mulang mengandung makna ketangguhan dan keuletan masyarakat suku Dayak dalam menghadapi tantangan dinamika pembangunan. Oleh karena itu, ia optimis dengan didirikannya Lewu Isen Mulang bisa menimbulkan kembali semangat masyarakat dalam menghadapi virus Corona. "Dengan mengobarkan lagi semangat Isen Mulang di masyarakat, diharapkan dapat menimbulkan sikap optimis dan semangat juang dalam menghadapi masa pandemi Covid-19," jelasnya.
Tak hanya untuk menghadapi virus yang berasal dari Wuhan saja, didirkannya Lewu Isen Mulang yang melibatkan masyarakat setempat atau perangkat desa ini juga untuk mencegah terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). "Lewu Isen Mulang adalah sebuah Upaya Kolaboratif dengan stakeholder berupa gerakan atau aksi nyata di daerah untuk mencegah karhutla, sebagai lumbung pangan ketahanan pangan dan mencegah penyebaran Covid-19. Menitikberatkan kepada keterlibatan elemen masyarakat yang aktif baik secara personal ataupun kelompok di Desa," ungkapnya.
Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, awal mula didirikan Lewu Isen Mulang karena Corona dipandang sebagai suatu ancaman yang sangat merugikan. "Upaya-upaya telah dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 sudah dilakukan namun langkah-langkah tersebut belum dapat terlihat pengaruhnya terhadap penurunan penyebaran Covid-19, bahkan tidak jarang menimbulkan konflik dan perselisihan dalam pelaksanaannya," kata Dedi dalam keterangannya, Minggu (14/6/2020).
Ia menjelaskan, Isen Mulang mengandung makna ketangguhan dan keuletan masyarakat suku Dayak dalam menghadapi tantangan dinamika pembangunan. Oleh karena itu, ia optimis dengan didirikannya Lewu Isen Mulang bisa menimbulkan kembali semangat masyarakat dalam menghadapi virus Corona. "Dengan mengobarkan lagi semangat Isen Mulang di masyarakat, diharapkan dapat menimbulkan sikap optimis dan semangat juang dalam menghadapi masa pandemi Covid-19," jelasnya.
Tak hanya untuk menghadapi virus yang berasal dari Wuhan saja, didirkannya Lewu Isen Mulang yang melibatkan masyarakat setempat atau perangkat desa ini juga untuk mencegah terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). "Lewu Isen Mulang adalah sebuah Upaya Kolaboratif dengan stakeholder berupa gerakan atau aksi nyata di daerah untuk mencegah karhutla, sebagai lumbung pangan ketahanan pangan dan mencegah penyebaran Covid-19. Menitikberatkan kepada keterlibatan elemen masyarakat yang aktif baik secara personal ataupun kelompok di Desa," ungkapnya.
Lihat Juga :