Survei Medsos: Publik Lebih Butuh Minyak Goreng, Bukan Tunda Pemilu
Senin, 28 Februari 2022 - 18:51 WIB
Pada periode 1-28 Februari 2022, perhatian publik melalui sosial media tertuju pada kelangkaan minyak goreng dan pencairan JHT. Untuk isu penundaan pemilu ada tapi tidak banyak. FOTO/DOK.SINDOnews
JAKARTA - Isu penundaan Pemilu 2024 menuai pro dan kontra. Salah satu elite partai politik sempat menyinggung ada 60% dari 100 juta akun di media sosial mendukung penundaan pemilu, sedangkan 40% sisanya menolak.
Apakah benar klaim tersebut? Berdasarkan survei yang dilakukan Lembaga Riset Big Data, perhatian masyarakat pada pemilu tidak terlalu besar. Pada periode 1-28 Februari 2022, perhatian publik melalui sosial media tertuju pada kelangkaan minyak goreng dan pencairan jaminan hari tua (JHT). Untuk isu penundaan pemilu ada tapi tidak banyak.
Persoalan JHT lebih menarik perhatian masyarakat, setidaknya 50% reaksi pembaca, disusul dengan kelangkaan minyak goreng sebesar 35%, dan pemilu 13%.
Layanan Big Data, Evello merincikan reaksi pengguna medsos saat membaca berita tentang minyak goreng mencapai 67.000 pembaca (51,36%), tentang JHT 41.000 pembaca (31,50%) dan tentang pemilu 22.000 pembaca (17,13%).
Hal ini juga berlaku pada platform lain seperti YouTube, Instagram, dan Tiktok. Pada platform Youtube reaksi penonton pada kelangkaan minyak goreng mencapai 6 juta (35,88%), JHT sebesar 8 juta (51,36%), dan pemilu 2 juta (13,44%).
Dikutip dari keterangan Evello, data reaksi pembaca pada platform Tiktok juga terlihat perbandingan yang tajam.
Apakah benar klaim tersebut? Berdasarkan survei yang dilakukan Lembaga Riset Big Data, perhatian masyarakat pada pemilu tidak terlalu besar. Pada periode 1-28 Februari 2022, perhatian publik melalui sosial media tertuju pada kelangkaan minyak goreng dan pencairan jaminan hari tua (JHT). Untuk isu penundaan pemilu ada tapi tidak banyak.
Persoalan JHT lebih menarik perhatian masyarakat, setidaknya 50% reaksi pembaca, disusul dengan kelangkaan minyak goreng sebesar 35%, dan pemilu 13%.
Layanan Big Data, Evello merincikan reaksi pengguna medsos saat membaca berita tentang minyak goreng mencapai 67.000 pembaca (51,36%), tentang JHT 41.000 pembaca (31,50%) dan tentang pemilu 22.000 pembaca (17,13%).
Hal ini juga berlaku pada platform lain seperti YouTube, Instagram, dan Tiktok. Pada platform Youtube reaksi penonton pada kelangkaan minyak goreng mencapai 6 juta (35,88%), JHT sebesar 8 juta (51,36%), dan pemilu 2 juta (13,44%).
Dikutip dari keterangan Evello, data reaksi pembaca pada platform Tiktok juga terlihat perbandingan yang tajam.
Lihat Juga :