HPN 2022, Pers Jadi Benteng Antisipasi Maraknya Hoaks

Kamis, 10 Februari 2022 - 09:49 WIB
Anggota Komisi XI DPR Charles Meikyansah. FOTO/DPR RI
JAKARTA - Berita bohong atau hoaks masih menjadi tantangan besar bagi dunia jurnalistik di Indonesia. Karena itu, dalam momentum peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2022 ini isu mengenai hoaks harus menjadi bahan perenungan bagi semua pihak termasuk pers.

"Hoaks menjadi salah satu penyebab terjadinya disharmonisasi antarsesama karenanya pers penting untuk meluruskan, memberikan berita yang baik dan benar," kata Ketua DPP Partai NasDem bidang Media dan Komunikasi Publik, Charles Meikyansah dalam keterangan tertulisnya, Rabu (9/2/2022).



Mantan wartawan Metro TV ini mencontohkan data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pada 2021 menemukan 5.183 laporan hoaks terkait Covid-19. Sebanyak 767 di antaranya sudah diproses hukum. Sebanyak 5.183 laporan hoaks soal virus corona itu terdiri dari 2.004 isu. Kominfo pun sudah memblokir 5.046 di antaranya.

Belum lagi hoaks mengenai peristiwa-peristiwa lainnya. Maka, hoaks yang beredar di media sosial lebih banyak lagi jumlahnya. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa hoaks menjadi permasalahan semua pihak. "Pers sebagai garda terdepan untuk memininalisir penyebaran hoaks di masyarakat," ujar Charles.

Selain itu, Anggota Komisi XI DPR ini juga menekankan pentingnya peningkatan profesionalisme pers. Sebab, jika profesionalisme dikendurkan akan tergiling oleh dunia media sosial yang semakin pesat dan memanjakan masyarakat.

Anggota DPR dari Dapil Jatim IV yang meliputi wilayah Lumajang dan Jember itu meminta kepada pemerintah pusat dan daerah, juga kepada pengusaha media agar terus memperhatikan kesejahteraan pekerja media. Caranya, terang Charles, bisa dengan bekerja sama dalam merumuskan perlindungan dan jaminan kesejahteraan hidup bagi para pekerja media.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!