Hadapi Lonjakan Covid-19, Pemerintah Genjot Vaksinasi hingga Lanjutkan PEN di 2022
Senin, 07 Februari 2022 - 21:55 WIB
Sementara itu, setelah dilakukan evalusi, terjadi perubahan Level Asesmen Situasi Pandemi untuk luar Jawa- Bali. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya jumlah kasus aktif yang menyebabkan naiknya level Transmisi Komunitas, dan menurunnya Kapasitas Respon (Testing dan Tracing). Rinciannya yaitu:
1. Level 3 meningkat dari 14 Kabupaten/Kota menjadi 37 Kabupaten/Kota.
2. Level 2 meningkat dari 208 Kabupaten/Kota menjadi 259 Kabupaten/Kota.
3. Level 1 berkurang dari 164 Kabupaten/Kota menjadi 90 Kabupaten/Kota.
Untuk diketahui, terdapat hasil survei yang menyebutkan bahwa Situasi Bisnis Perusahaan sepanjang 2021 sudah membaik jika dibandingkan 2020, dan pada 2022 diprediksi akan lebih baik lagi. Prospek perekonomian Indonesia diprediksi membaik di rentang 4,7% - 5,6% pada tahun ini.
"Baru saja BPS mengumumkan bahwa pertumbuhan ekonomi kita di 2021 (FY) adalah 3,69% (YoY), dan pertumbuhan di Kuartal IV 2021 adalah 5,02% (YoY). Sedangkan momentum di Kuartal I 2022 ini menjadi saat yang tepat untuk mendorong pertumbuhan sampai di atas 5% (YoY)," ungkapnya.
"Sebab terdapat low base effect dari Kuartal I 2021 (pertumbuhan -0,7%), serta terjadi peningkatan di sisi demand. Sementara, Kuartal II 2022 berpotensi menjadi puncak konsumsi karena adanya momen Puasa Ramadhan (April) dan Hari Raya Idul Fitri (awal Mei)," tutup Menko Airlangga.
1. Level 3 meningkat dari 14 Kabupaten/Kota menjadi 37 Kabupaten/Kota.
2. Level 2 meningkat dari 208 Kabupaten/Kota menjadi 259 Kabupaten/Kota.
3. Level 1 berkurang dari 164 Kabupaten/Kota menjadi 90 Kabupaten/Kota.
Untuk diketahui, terdapat hasil survei yang menyebutkan bahwa Situasi Bisnis Perusahaan sepanjang 2021 sudah membaik jika dibandingkan 2020, dan pada 2022 diprediksi akan lebih baik lagi. Prospek perekonomian Indonesia diprediksi membaik di rentang 4,7% - 5,6% pada tahun ini.
"Baru saja BPS mengumumkan bahwa pertumbuhan ekonomi kita di 2021 (FY) adalah 3,69% (YoY), dan pertumbuhan di Kuartal IV 2021 adalah 5,02% (YoY). Sedangkan momentum di Kuartal I 2022 ini menjadi saat yang tepat untuk mendorong pertumbuhan sampai di atas 5% (YoY)," ungkapnya.
"Sebab terdapat low base effect dari Kuartal I 2021 (pertumbuhan -0,7%), serta terjadi peningkatan di sisi demand. Sementara, Kuartal II 2022 berpotensi menjadi puncak konsumsi karena adanya momen Puasa Ramadhan (April) dan Hari Raya Idul Fitri (awal Mei)," tutup Menko Airlangga.
(maf)
Lihat Juga :