Komnas HAM Tuntas Periksa Bupati Nonaktif Langkat, Ini Hasilnya
Senin, 07 Februari 2022 - 16:58 WIB
Anggota Komnas HAM Choirul Anam mengatakan Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Perangin Angin mengakui ada penghuni kerangkeng di rumahnya yang meninggal. Foto/dok.SINDOnews
JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia ( Komnas HAM ) menyelesaikan pemeriksaan terhadap Bupati Langkat nonaktif, Terbit Rencana Perangin Angin. Terbit diperiksa selama dua jam di ruang penyidikan Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan. Lantas, apa saja hasil dari pemeriksaan tersebut?
Komnas HAM menyatakan menggali banyak hal terkait kerangkeng manusia di rumah Terbit, termasuk pengakuan adanya penghuni kerangkeng yang meninggal.
"Kami mendapatkan informasi terkait sejarah kerangkeng yang ada, metode pembinaan yang dilakukan oleh tim yang mengelola kerangkeng itu sehari-hari, termasuk juga mengonfirmasi ada yang meninggal apa tidak," ungkap Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (7/2/2022).
Baca juga: LPSK Sambut Baik Bareskrim Polri Turun Tangan Kasus Langkat
"Dan memang terkonfirmasi ada yang meninggal dalam kerangkeng tersebut dan juga bagaimana SOP penanganan kalau ada kekerasan atau korban jiwa. Yang lain bagaimana posisi yang ada sebelum Pak Terbit jadi bupati maupun ketika pak terbit jadi bupati dari 2019. Kira kira itu poin-poin yang kami konfirmasi," sambungnya.
Komisioner Komnas HAM lainnya, Choirul Anam, yang juga turut memeriksa menjelaskan bahwa Terbit tersebut mengakui ada penghuni kerangkeng manusia yang meninggal. Hanya saja, tidak spesifik diakui jumlah penghuni yang meninggal.
Komnas HAM menyatakan menggali banyak hal terkait kerangkeng manusia di rumah Terbit, termasuk pengakuan adanya penghuni kerangkeng yang meninggal.
"Kami mendapatkan informasi terkait sejarah kerangkeng yang ada, metode pembinaan yang dilakukan oleh tim yang mengelola kerangkeng itu sehari-hari, termasuk juga mengonfirmasi ada yang meninggal apa tidak," ungkap Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (7/2/2022).
Baca juga: LPSK Sambut Baik Bareskrim Polri Turun Tangan Kasus Langkat
"Dan memang terkonfirmasi ada yang meninggal dalam kerangkeng tersebut dan juga bagaimana SOP penanganan kalau ada kekerasan atau korban jiwa. Yang lain bagaimana posisi yang ada sebelum Pak Terbit jadi bupati maupun ketika pak terbit jadi bupati dari 2019. Kira kira itu poin-poin yang kami konfirmasi," sambungnya.
Komisioner Komnas HAM lainnya, Choirul Anam, yang juga turut memeriksa menjelaskan bahwa Terbit tersebut mengakui ada penghuni kerangkeng manusia yang meninggal. Hanya saja, tidak spesifik diakui jumlah penghuni yang meninggal.
Lihat Juga :