BNPT Diminta Buka Data Soal Ratusan Ponpes Terafiliasi Jaringan Teroris

Kamis, 03 Februari 2022 - 11:24 WIB
Eks narapidana terorisme Ustadz Haris Amir Falah meminta BNPT membuka data ratusan pondok pesantren yang terafiliasi dengan jaringan terorisme. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar menyebut ratusan pondok pesantren terkait dengan jaringan teroris, memantik reaksi keras dari sejumlah kalangan.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR, Selasa 25 Januari 2022, Boy menyebut setidaknya 198 pondok pesantren terafiliasi dengan jaringan teroris, termasuk Jamaah Ansharut Daulah (JAD).



Eks narapidana terorisme Ustadz Haris Amir Falah, mengingatkan Boy Rafli agar tidak sembarang melempar tuduhan. Haris khawatir pernyataan Boy akan memancing kegaduhan, dan berlawanan dengan semangat deradikalisasi yang sedang digaungkan BNPT.

Baca juga: JK Minta BNPT Panggil Pesantren Terafiliasi Terorisme

“Pertama kita pertanyakan datanya, valid atau tidak. Kedua, ini justru memancing reaksi dari pengasuh pondok pesantren yang sebetulnya tidak terlibat atau tidak berafiliasi dengan JAD. Menjadi kontraproduktif dengan program deradikalisasi,” kata Ustadz Haris, Kamis (3/2/2022).

Baca juga: PPP Tantang BNPT Buka 198 Ponpes yang Disebut Terafiliasi Kelompok Teroris
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!