Tak Disangka! Bocah Pencuci Truk Ini Jadi Jenderal Kostrad hingga Dipercaya Andika Perkasa
Minggu, 30 Januari 2022 - 12:39 WIB
Lantas bagaimana Susilo bisa menjadi tentara? Semula, tak terbayang dirinya bakal berkarier di militer. Teman di SMAN 1 Lasem lah yang mengubah jalan hidupnya. Begitu lulus SMA, oleh temannya sebangku itu dia diajak masuk Akabri (kini Akmil).
Lucunya, ketika itu Susilo tak tahu Akabri. Maklum anak desa ditambah saat itu akses informasi sangat jarang. Koran, kata dia, bahkan tak selalu ada di desanya. Justru yang dia tahu hanya Marinir.
“Saya tanya, Akabari itu bagaimana,” kata Susilo. Sang sahabat tadi lantas menunjukkan sebuah foto bergambar deretan siswa Taruna. Kebetulan kakak temannya tadi sedang menempuh pendidikan di Akabri.
Dasar tak pernah tahu Akabri, saat melihat foto siswa Taruna berseragam PDH cokelat, Susilo tak percaya mereka calon tentara. “Saya bilang, ini polisi,” kata dia, seraya tersenyum.
Dalam perkembangannya Susilo lantas mendaftar Akabri. Dia pun diterima dan mengikuti pendidikan di Lembah Tidar, Magelang hingga akhirnya berkarier di TNI AD.
Dijaga 2 Bidadari
Susilo sadar betul apa yang diraihnya saat ini tidak lepas dari doa kedua orangtua. Mantan Danrindam IV/Diponegoro ini tak ragu menyebut dirinya tidak akan menjadi seperti sekarang tanpa doa ibunda.
"Sampai hari ini saya bersyukur dan menyadari, ibu saya pendidikan dari SD mungkin gak lulus. Tapi doanya, karena saya setiap mulai masuk Akabri, beliau yang selalu menjaga saya," ujarnya.
Selain sang ibu, satu sosok lagi yang sangat berperan dalam hidupnya. Figur itu tak lain sang istri, Tini Susilo, yang selalu setia mendampingi. Mantan Komandan Brigif Para Raider 3/Tri Budi Sakti ini menyebut mereka berdua sebagai bidadari.
“Kalau orang mungkin sering denger (istilah) keberhasilan seorang laki-laki karena ada satu perempuan yang hebat, kalau saya mungkin agak beda. Keberhasilan seorang laki-laki karena dijaga dua bidadari, dua wanita,” ujarnya.
Profil Brigjen TNI Susilo
Lahir: Lasem, Rembang, Jawa Tengah, Desember 1959
Jabatan: Kasdivif 3 Kostrad
Istri: Tini Susilo
Agama: Islam
Pendidikan
Lucunya, ketika itu Susilo tak tahu Akabri. Maklum anak desa ditambah saat itu akses informasi sangat jarang. Koran, kata dia, bahkan tak selalu ada di desanya. Justru yang dia tahu hanya Marinir.
“Saya tanya, Akabari itu bagaimana,” kata Susilo. Sang sahabat tadi lantas menunjukkan sebuah foto bergambar deretan siswa Taruna. Kebetulan kakak temannya tadi sedang menempuh pendidikan di Akabri.
Dasar tak pernah tahu Akabri, saat melihat foto siswa Taruna berseragam PDH cokelat, Susilo tak percaya mereka calon tentara. “Saya bilang, ini polisi,” kata dia, seraya tersenyum.
Dalam perkembangannya Susilo lantas mendaftar Akabri. Dia pun diterima dan mengikuti pendidikan di Lembah Tidar, Magelang hingga akhirnya berkarier di TNI AD.
Dijaga 2 Bidadari
Susilo sadar betul apa yang diraihnya saat ini tidak lepas dari doa kedua orangtua. Mantan Danrindam IV/Diponegoro ini tak ragu menyebut dirinya tidak akan menjadi seperti sekarang tanpa doa ibunda.
"Sampai hari ini saya bersyukur dan menyadari, ibu saya pendidikan dari SD mungkin gak lulus. Tapi doanya, karena saya setiap mulai masuk Akabri, beliau yang selalu menjaga saya," ujarnya.
Selain sang ibu, satu sosok lagi yang sangat berperan dalam hidupnya. Figur itu tak lain sang istri, Tini Susilo, yang selalu setia mendampingi. Mantan Komandan Brigif Para Raider 3/Tri Budi Sakti ini menyebut mereka berdua sebagai bidadari.
“Kalau orang mungkin sering denger (istilah) keberhasilan seorang laki-laki karena ada satu perempuan yang hebat, kalau saya mungkin agak beda. Keberhasilan seorang laki-laki karena dijaga dua bidadari, dua wanita,” ujarnya.
Profil Brigjen TNI Susilo
Lahir: Lasem, Rembang, Jawa Tengah, Desember 1959
Jabatan: Kasdivif 3 Kostrad
Istri: Tini Susilo
Agama: Islam
Pendidikan
Lihat Juga :