Alokasi Anggaran Pemda untuk Tangani Corona Capai Rp58,64 Triliun
Kamis, 23 April 2020 - 17:21 WIB
Alokasi anggaran pemda untuk tangani Corona capai Rp58,64 Triliun. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Keuangan Daerah (Keuda) Kemendagri, Mochamad Ardian Noervianto mengatakan total anggaran pemerintah daerah (pemda) di seluruh Indonesia mecapai Rp58,64 triliun. Anggaran ini merupakan hasil realokasi yang dilakukan pemda.“Nilai total sampai dengan saat ini Rp58.636.495.475.108,20,” katanya melalui pesan singkatnya, Kamis (23/4/2020). (Baca juga: 7.775 Orang Positif Covid-19, 960 Sembuh dan 647 Meninggal Dunia)
Dia mengatakan alokasi tersebut diperuntukkan untuk tiga pos anggaran. Pertama, penanganan untuk kesehatan sebesar Rp24,76 triliun atau 42,23% dari total anggaran. “Penanganan dampak ekonomi berjumlah Rp7,66 triliun atau 13,07% dari total alokasi anggaran penanganan Corona. Lalu untuk penyediaan jaring pengaman sosial berjumlah 26,21 triliun atau 44,70% dari total anggaran,” ungkapnya.
Pada pekan lalu dalam sidang kabinet paripurna, Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali meminta jajaran untuk menyisir ulang anggaran. Dia meminta agar memangkas anggaran-anggaran yang tidak priroritas untuk penanganan COVID-19 baik bidang kesehatan, jaring pengaman sosial maupun stimulus ekonomi.
“Potong rencana belanja yang tidak mendesak. Perjalanan dinas, rapat-rapat, belanja-belanja lain yang tidak dirasakan langsung manfaatnya oleh rakyat. Fokus semuanya, fokuskan semuanya, fokuskan semua kekuatan kita pada upaya penangann COVID-19,” katanya.
Dia mengatakan alokasi tersebut diperuntukkan untuk tiga pos anggaran. Pertama, penanganan untuk kesehatan sebesar Rp24,76 triliun atau 42,23% dari total anggaran. “Penanganan dampak ekonomi berjumlah Rp7,66 triliun atau 13,07% dari total alokasi anggaran penanganan Corona. Lalu untuk penyediaan jaring pengaman sosial berjumlah 26,21 triliun atau 44,70% dari total anggaran,” ungkapnya.
Pada pekan lalu dalam sidang kabinet paripurna, Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali meminta jajaran untuk menyisir ulang anggaran. Dia meminta agar memangkas anggaran-anggaran yang tidak priroritas untuk penanganan COVID-19 baik bidang kesehatan, jaring pengaman sosial maupun stimulus ekonomi.
“Potong rencana belanja yang tidak mendesak. Perjalanan dinas, rapat-rapat, belanja-belanja lain yang tidak dirasakan langsung manfaatnya oleh rakyat. Fokus semuanya, fokuskan semuanya, fokuskan semua kekuatan kita pada upaya penangann COVID-19,” katanya.
Lihat Juga :