Hidup Sulit, Orang Indonesia Tetap Bahagia

Senin, 24 Januari 2022 - 08:09 WIB
Baca juga: BPS: Masyarakat Indonesia Semakin Bahagia

Psikolog klinis Herly Novita Sari mengatakan, sifat suka menolong dan gotong-royong pada masyarakat Indonesia cukup memberikan pengaruh. “Kita lihat selama pandemi begitu banyak orang baik yang bahu-membahu mengumpulkan donasi, memberikan dukungan moril dan materiil, baik secara pribadi maupun melalui komunitas,” ucap Herly Novita Sari, Senin (24/1/2022).

Selama pandemi, semangat bergotong-royong dan gerakan membantu sesama memang terlihat di mana-mana. Bantuan kepada yang sakit akibat terpapar Covid-19 diberikan dalam bentuk barang atau uang. Salah satu platform berbagi yang menghimpun donasi para dermawan adalah Kitabisa. Sepanjang 2021 lebih dari 3 juta orang berdonasi melalui aplikasi Kitabisa untuk membantu lebih dari 36.000 penggalangan dana sosial.

Selain itu, gerakan membantu sesama juga dilakukan melalui berbagai program, di antaranya Warga Bantu Warga, sebuah inisiatif berbagi informasi dan membantu warga terdampak Covid-19. Gerakan lainnya yakni Kawal Masa Depan, sebuah inisiatif membantu anak-anak yatim piatu yang kesulitan biaya pendidikan. Banyak juga bermunculan gerakan membagi gratis oksigen kepada warga yang menjalani isolasi mandiri maupun dirawat di rumah sakit.

Menurut sosiolog perkotaan dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Tantan Hermansah, tingginya indeks kebahagiaan di sejumlah daerah selama masa pandemi memang dapat dipengaruhi oleh aspek sosial. Salah satu bentuk nilai sosial itu yakni kepedulian antarwarga di lingkungan tempat tinggal seperti membantu kebutuhan dasar jika ada warga yang terdampak pandemi. Daerah yang indeksnya tinggi disinyalir juga memiliki tingkat kepedulian sosial yang tinggi.

Dia menjelaskan, seseorang boleh saja merasa kekurangan materi, tetapi dirinya harus yakin bahwa orang-orang di lingkungannya akan memberikan kepastian kepadanya bahwa kebutuhan dasarnya akan tercukupi. “Ketika relasi yang sifatnya komunalitas itu terjaga, maka dengan sendirinya kebahagiaan bisa terbangun dan kian meningkat,” ujar Tantan.

Keharmonisan Keluarga
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!