Mendes: Kesigapan Desa Antisipasi Covid-19 Minimalkan Jumlah Korban
Sabtu, 15 Januari 2022 - 20:21 WIB
Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar mengatakan, kesigapan desa mengantisipasi Covid-19 minimalkan jumlah korban. Foto/Istimewa
JAKARTA - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menyatakan kesigapan desa memberikan dampak nyata dalam mengurangi dampak negatif selama pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Hal itu tampak dari rendahnya kasus positif Covid-19 dan yang meninggal di seluruh desa di Indonesia, jika dibandingkan angka nasional.
“Sepanjang pandemi 2020-2021, tercatat 659.136 warga desa positif Covid-19, sementara di tingkat nasional mencapai 4.267.451 orang. Sebanyak 38.447 penderita meninggal di desa, sementara pada tingkat nasional telah meninggal 144.144 orang,” ujarnya pada puncak Peringatan Sewindu Undang-Undang Desa (2014-2022) di Kasepuhan Ciptagelar, Desa Sirnaresmi, Cisolok, Sukabumi, Sabtu (15/1/2022).
Dia mengatakan sebagaimana dirasakan oleh semua warga negara di republik ini, bahkan di seluruh penjuru dunia, sejak awal 2020 Covid-19 menginveksi dan mengakibatkan berjuta-juta penduduk dunia meninggal. Lantaran masif dan luasnya jangkauan virus yang meletup pertama kali di Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok, ini menjangkiti dunia, status pandemi diterapkan di banyak negara, termasuk Indonesia.
Baca juga: Sewindu UU Desa, Jumlah Desa Mandiri Terus Meningkat
“Sepanjang pandemi 2020-2021, tercatat 659.136 warga desa positif Covid-19, sementara di tingkat nasional mencapai 4.267.451 orang. Sebanyak 38.447 penderita meninggal di desa, sementara pada tingkat nasional telah meninggal 144.144 orang,” ujarnya pada puncak Peringatan Sewindu Undang-Undang Desa (2014-2022) di Kasepuhan Ciptagelar, Desa Sirnaresmi, Cisolok, Sukabumi, Sabtu (15/1/2022).
Dia mengatakan sebagaimana dirasakan oleh semua warga negara di republik ini, bahkan di seluruh penjuru dunia, sejak awal 2020 Covid-19 menginveksi dan mengakibatkan berjuta-juta penduduk dunia meninggal. Lantaran masif dan luasnya jangkauan virus yang meletup pertama kali di Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok, ini menjangkiti dunia, status pandemi diterapkan di banyak negara, termasuk Indonesia.
Baca juga: Sewindu UU Desa, Jumlah Desa Mandiri Terus Meningkat
Lihat Juga :