Demokrat Samakan Nasib Ilmuwan Eijkman dengan Mantan Pegawai KPK
Senin, 03 Januari 2022 - 09:22 WIB
Menurut Sartono, peleburan ini tidak akan menjadi polemik jika kualitas dan pengawasannya bisa dipertanggungjawabkan. Apalagi, dia melihat kemunculan BRIN memiliki keterkaitan dengan partai politik (parpol) tertentu dalam pemerintah. "Terlebih lagi, struktur organisasi dari BRIN ini sejak awal tidak bisa dipisahkan dari partai politik tertentu," tukas politikus Partai Demokrat ini.
Oleh karena itu, Sartono mengingatkan bahwa peleburan ini tidak boleh mendegradasi independensi dan profesionalitas para ilmuwan di tubuh LBM Eijkman, juga kemajuan riset di Tanah Air, karena lembaga ini memiliki reputasi yang baik di dunia internasional.
Baca juga: Kisruh Peleburan Eijkman, DPR Minta BRIN Tak PHK Ilmuwan
"Peleburan ini tidak boleh mendegradasi independensi dan kepakaran para peneliti di LBM Eijkman. LBM Eijkman ini punya gengsi tersendiri di dunia internasional. Jangan sampai proses peleburan ini justru menghadirkan kemunduran," tandas Sartono.
Sebelumnya diberitakan bahwa dari 160 peneliti dan staf di LBM Eijkman, 120 di antaranya harus kehilangan pekerjaan karena bukan berstatus sebagai PNS. Hal ini diungkapkan penulis sekaligus wartawan Ahmad Arif dalam akun Twitternya @aik_arif dalam sebuah utas.
Oleh karena itu, Sartono mengingatkan bahwa peleburan ini tidak boleh mendegradasi independensi dan profesionalitas para ilmuwan di tubuh LBM Eijkman, juga kemajuan riset di Tanah Air, karena lembaga ini memiliki reputasi yang baik di dunia internasional.
Baca juga: Kisruh Peleburan Eijkman, DPR Minta BRIN Tak PHK Ilmuwan
"Peleburan ini tidak boleh mendegradasi independensi dan kepakaran para peneliti di LBM Eijkman. LBM Eijkman ini punya gengsi tersendiri di dunia internasional. Jangan sampai proses peleburan ini justru menghadirkan kemunduran," tandas Sartono.
Sebelumnya diberitakan bahwa dari 160 peneliti dan staf di LBM Eijkman, 120 di antaranya harus kehilangan pekerjaan karena bukan berstatus sebagai PNS. Hal ini diungkapkan penulis sekaligus wartawan Ahmad Arif dalam akun Twitternya @aik_arif dalam sebuah utas.
(muh)
Lihat Juga :