5 Fakta soal Jane Foster, Agen CIA yang Memata-matai Indonesia
Kamis, 30 Desember 2021 - 05:26 WIB
Jane Foster merupakan anggota agen OSS pertama yang bertugas Indonesia setelah Jepang menyerah pada 1945. Foto ilustrasi/befreetour.com
JAKARTA - Jane Foster Zlatovski adalah seorang agen intelijen yang banyak berhubungan dengan tokoh dan pejabat Indonesia di masa-masa awal kemerdekaan Indonesia. Jane Foster, begitu nama wanita itu dikenal, adalah anggota agen Officer for Strategic Service (OSS), lembaga intelijen Amerika Serikat yang kini bernama Central Intelligence Agency ( CIA ). Dari dialah, informasi mengenai Indonesia mengalir ke Amerika Serikat. Berikut lima fakta mengenai sosok Jane Foster yang diolah dari berbagai sumber.
1. Pertama kali Menjadi Mata-Mata
Jane Foster merupakan anggota agen OSS pertama yang bertugas Indonesia setelah Jepang menyerah pada 1945. Dia mewawancarai Soekarno untuk mengetahui apakah punya rencana untuk menyejajarkan dirinya dengan kepentingan Sekutu.
Pada Awalnya, Jane Foster diduga direkrut menjadi spionase pada tahun 1938 oleh operator NKVD, Martha Dood, kemudian pada tahun 1942 Jane menyewa sebuah kamar dari Henry Collins di Washington, D.C., yang juga aktif menjadi mata-mata. Jane mulai bekerja di OSS pada 1943, ditempakan di Salzburg, Austria, kemudian ia menempati pos di Kandy, sebuah kota pedalaman di Selatan Sri Lanka. Mulai dari sini operasi-operasi rahasia OSS dilancarkan ke sejumlah wilayah yaitu, Sumatera, Hindia Belanda, Siam, Burma, Malaysia, Indochina – Prancis dan Vietnam.
Baca juga: 5 Jenderal TNI Jadi Perbincangan Publik 2021, Nomor 4 Dianggap Kontroversial
1. Pertama kali Menjadi Mata-Mata
Jane Foster merupakan anggota agen OSS pertama yang bertugas Indonesia setelah Jepang menyerah pada 1945. Dia mewawancarai Soekarno untuk mengetahui apakah punya rencana untuk menyejajarkan dirinya dengan kepentingan Sekutu.
Pada Awalnya, Jane Foster diduga direkrut menjadi spionase pada tahun 1938 oleh operator NKVD, Martha Dood, kemudian pada tahun 1942 Jane menyewa sebuah kamar dari Henry Collins di Washington, D.C., yang juga aktif menjadi mata-mata. Jane mulai bekerja di OSS pada 1943, ditempakan di Salzburg, Austria, kemudian ia menempati pos di Kandy, sebuah kota pedalaman di Selatan Sri Lanka. Mulai dari sini operasi-operasi rahasia OSS dilancarkan ke sejumlah wilayah yaitu, Sumatera, Hindia Belanda, Siam, Burma, Malaysia, Indochina – Prancis dan Vietnam.
Baca juga: 5 Jenderal TNI Jadi Perbincangan Publik 2021, Nomor 4 Dianggap Kontroversial
Lihat Juga :