Amien Rais Didorong Nyapres 2024, Demokrat: Silakan Saja
Minggu, 26 Desember 2021 - 20:37 WIB
Ketua Majelis Syura Partai Ummat Muhammad Amien Rais (MAR). Foto/Dok.SINDOnews/Yulianto
JAKARTA - Dorongan internal Partai Ummat agar Amien Rais maju menjadi calon presiden (capres) 2024 tidak persoalkan Partai Demokrat. Partai Demokrat justru mempersilakan.
“Kalau memang tokoh-tokoh senior seperti Prabowo dan Amien Rais juga didorong maju dan masih punya keinginan, silakan saja,” kata Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra kepada SINDOnews, Minggu (26/12/2021).
Sebab, kata Herzaky, Indonesia adalah negara demokrasi. “Seharusnya memberikan ruang yang luas bagi pilar demokrasi, parpol, untuk mengajukan calon-calon pemimpin nasional sebanyak mungkin,” kata Herzaky.
Baca juga: Muncul Dorongan Amien Rais Nyapres 2024
Namun, lanjut dia, ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold 20% yang menjadi sumber permasalahan utama dan senjata bagi oligarki. “Berupaya membatasi pilihan rakyat, agar terkonsentrasi di elite tertentu semata yang mudah dikontrol oleh mereka,” ujarnya.
Menurut dia, presidential threshold 20%, 15%, atau berapa pun sudah tidak relevan lagi digunakan pada Pilpres 2024. “Apalagi berdasarkan hasil pileg lima tahun sebelumnya. Kekonyolan seperti ini harus diakhiri, semoga tahun 2024 benar-benar menjadi tahunnya rakyat, dengan deretan calon pemimpin nasional yang bisa dipilih, bukan satu dua calon belaka,” imbuhnya.
“Kalau memang tokoh-tokoh senior seperti Prabowo dan Amien Rais juga didorong maju dan masih punya keinginan, silakan saja,” kata Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra kepada SINDOnews, Minggu (26/12/2021).
Sebab, kata Herzaky, Indonesia adalah negara demokrasi. “Seharusnya memberikan ruang yang luas bagi pilar demokrasi, parpol, untuk mengajukan calon-calon pemimpin nasional sebanyak mungkin,” kata Herzaky.
Baca juga: Muncul Dorongan Amien Rais Nyapres 2024
Namun, lanjut dia, ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold 20% yang menjadi sumber permasalahan utama dan senjata bagi oligarki. “Berupaya membatasi pilihan rakyat, agar terkonsentrasi di elite tertentu semata yang mudah dikontrol oleh mereka,” ujarnya.
Menurut dia, presidential threshold 20%, 15%, atau berapa pun sudah tidak relevan lagi digunakan pada Pilpres 2024. “Apalagi berdasarkan hasil pileg lima tahun sebelumnya. Kekonyolan seperti ini harus diakhiri, semoga tahun 2024 benar-benar menjadi tahunnya rakyat, dengan deretan calon pemimpin nasional yang bisa dipilih, bukan satu dua calon belaka,” imbuhnya.
Lihat Juga :