Presidential Threshold, Nasdem Ingin 20 Persen dan PPP Pertimbangkan Angka Itu

Selasa, 09 Juni 2020 - 07:33 WIB
Kemudian, Wakil Ketua Komisi II DPR dari Fraksi PPP Arwani Thomafi menjelaskan bahwa PPP belum membahas soal besaran presidential threshold itu. Tetapi, PPP berpendapat bahwa pileg dan pilpres sebaiknya dipisah lagi seperti sebelumnya.

“Aasannya kita lihat evaluasi pelaksanaan pemilu di 2019 ya kan? banyak catatan terkait aspek keselamatan penyelenggara, kemudahan dalam memilih,” kata Arwani sata dihubungi.

Karena itu, Arwani melanjutkan dengan adanya pemisahan pileg dan pilpres itu berimplikasi pada presidential threshold. Jadi, digelar pileg terlebih dulu, setelah dapat hasil pileg bisa digunakan untuk tiket pilpres. Namun pada prinsipnya, PPP tidak ingin lagi terjadi polarisasi seperti di 2019.

“Kita ingin presidential threshold itu dimunculkan untuk menyaring, tapi jangan sampai menutup potensi-potensi koalisi partai bisa lebih banyak bermunculan, prinsipnya itu dulu,” terangnya.

Saat ditanya soal besaran presidential threshold, Wakil ketua Umum DPP PPP ini menjawab bahwa arahnya sama dengan Pemilu 2019 yakni 20 persen. “Arahnya sih tetap ya (20 persen), cuma kita maunya pileg pilpres dipisah,” pungkasnya.
(mhd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!