Visa Umrah Dibuka, KJRI Jeddah: Masih Ada PR Lagi soal Sertifikat Vaksin
Jum'at, 10 Desember 2021 - 17:42 WIB
Tentang masalah umrah, Indonesia ternyata masih memiliki satu pekerjaan lagi yakni integrasi aplikasi pedulilindungi dengan aplikasi Tawakalna Saudi. Foto/REUTERS
JAKARTA - Tentang umrah , Indonesia masih memiliki satu pekerjaan lagi yakni integrasi aplikasi pedulilindungi dengan aplikasi Tawakalna Saudi. Hal ini dikatakan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, Eko Hartono.
Baca juga: KJRI Sebut Jamaah Umrah Gelombang Pertama Berangkat 23 Desember
Eko menjelaskan masalah ini, karena menanggapi dibukanya visa umrah oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Mengingat, hingga kini QR Code sertifikat vaksin Indonesia masih belum terbaca di Arab Saudi.
Baca juga: Pantau Penyelenggaraan Umrah, Arab Saudi Belum Bahas Haji 2022
"Visa umrah sudah bisa didapat nah sekarang tinggal satu PR lagi yaitu bagaimana supaya sertifikat vaksin kita bisa dibaca oleh Saudi," kata Eko saat dihubungi MNC Portal, Jumat (10/12/2021).
"Pake QR Code nanti begitu dilihat oleh petugas bandara bisa kelihatan. Sekarang untuk QR bisa dibaca, tentunya data-data dari pedulilindungi itu masuk dulu ke Siskopatuh (sistem informasi pengawasan terpadu umrah dan haji khusus) berarti saya kira integrasi itu yang sekarang sedang digarap," sambungnya.
Baca juga: KJRI Sebut Jamaah Umrah Gelombang Pertama Berangkat 23 Desember
Eko menjelaskan masalah ini, karena menanggapi dibukanya visa umrah oleh Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Mengingat, hingga kini QR Code sertifikat vaksin Indonesia masih belum terbaca di Arab Saudi.
Baca juga: Pantau Penyelenggaraan Umrah, Arab Saudi Belum Bahas Haji 2022
"Visa umrah sudah bisa didapat nah sekarang tinggal satu PR lagi yaitu bagaimana supaya sertifikat vaksin kita bisa dibaca oleh Saudi," kata Eko saat dihubungi MNC Portal, Jumat (10/12/2021).
"Pake QR Code nanti begitu dilihat oleh petugas bandara bisa kelihatan. Sekarang untuk QR bisa dibaca, tentunya data-data dari pedulilindungi itu masuk dulu ke Siskopatuh (sistem informasi pengawasan terpadu umrah dan haji khusus) berarti saya kira integrasi itu yang sekarang sedang digarap," sambungnya.
Lihat Juga :