Darah Mendidih Lihat Baliho Habib Rizieq, Jenderal Dudung: Memang Mereka Siapa?
Rabu, 01 Desember 2021 - 07:28 WIB
Dudung yang saat itu menjabat sebagai Pangdam Jaya ini kemudian mempelajari video-video sebelumnya mengenai apa saja yang dilakukan Habib Rizieq selama ini. Setelah mempelajari semuanya, amarah Dudung semakin tidak terbendung saat mengetahui ada unsur penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi). ”Saya lihat itu, beraninya sekali dia (HRS-red) mengatakan pimpinan kita, presiden kita dengan kata-kata yang tidak bagus sebagai warga negara. Mengganti nama presiden kita yang tidak benar. Mendidih darah saya kaya gitu itu, panas sudah,” tegasnya.
Baca juga: Pangdam Jaya Akui Dia yang Perintahkan Penurunan Baliho Raksasa Habib Rizieq Shihab
Dudung kemudian mengerahkan anggotanya untuk menurunkan seluruh baliho bergambar Habib Rizieq. Mantan Pangkostrad ini menegaskan, Negara harus hadir karena bila dibiarkan akan semakin berbahaya. ” Akhirnya polisi, kapolda waktu itu, saya dengan Pol PP. Ya polisi dulu, memang kan kita sesuai prosedur. Kapolda sampaikan ke gubernur bahwa ya memang sudah meresahkan. Akhirnya Pol PP, polisi, dibantu TNI ada surat dari Wali Kota minta bantuan ke TNI kepada Dandim untuk menertibkan itu. Ya sama-sama dengan polisi,” ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, seusai apel kesiapan bencana dan pilkada serentak di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat pada Jumat, 20 November 2020 lalu, Dudung yang saat itu menjabat sebagai Pangdam Jaya menegaskan jika dirinya yang memerintahkan orang berbaju loreng untuk menurunkan baliho HRS. "Oke, ada berbaju loreng menurunkan baliho Habib Rizieq, itu perintah saya. Para pria berbaju loreng tersebut berasal dari Garnisun. Satpol PP kerap kesulitan saat menertibkan spanduk itu," tegas Dudung.
Baca juga: Pangdam Jaya Akui Dia yang Perintahkan Penurunan Baliho Raksasa Habib Rizieq Shihab
Dudung kemudian mengerahkan anggotanya untuk menurunkan seluruh baliho bergambar Habib Rizieq. Mantan Pangkostrad ini menegaskan, Negara harus hadir karena bila dibiarkan akan semakin berbahaya. ” Akhirnya polisi, kapolda waktu itu, saya dengan Pol PP. Ya polisi dulu, memang kan kita sesuai prosedur. Kapolda sampaikan ke gubernur bahwa ya memang sudah meresahkan. Akhirnya Pol PP, polisi, dibantu TNI ada surat dari Wali Kota minta bantuan ke TNI kepada Dandim untuk menertibkan itu. Ya sama-sama dengan polisi,” ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, seusai apel kesiapan bencana dan pilkada serentak di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat pada Jumat, 20 November 2020 lalu, Dudung yang saat itu menjabat sebagai Pangdam Jaya menegaskan jika dirinya yang memerintahkan orang berbaju loreng untuk menurunkan baliho HRS. "Oke, ada berbaju loreng menurunkan baliho Habib Rizieq, itu perintah saya. Para pria berbaju loreng tersebut berasal dari Garnisun. Satpol PP kerap kesulitan saat menertibkan spanduk itu," tegas Dudung.
(cip)
Lihat Juga :