Gus Muhaimin Desak Komisi X DPR RI dan Kemnaker Pastikan Jaminan Sosial Eks Atlet Nasional
Selasa, 30 November 2021 - 19:18 WIB
Wakil Ketua DPR RI bidang Korkesra Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin) menghadiri talkshow olahraga ‘Dari Hobby ke Profesi’ di Menara BNI, Jakarta, Selasa (30/11/2021).
JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI bidang Korkesra Abdul Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin) menghadiri talkshow olahraga ‘Dari Hobby ke Profesi’ di Menara BNI, Jakarta, Selasa (30/11/2021). Acara ini digelar atas kerja sama Akademi Milenial Indonesia (AMI), Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), DPR RI, PSSI, APPI, dan BPJS Ketenagakerjaan.
Gus Muhaimin dalam sambutannya bercerita bahwa beberapa waktu lalu tepatnya pada 1 September 2021, ia sempat bertemu dengan beberapa pesepakbola tanah air secara virtual, seperti Firman Utina, Bimasakti, Andrithani. Mereka mewakili suara ribuan atlet pesepakbola, dari Liga 1 hingga 3, bahkan yang amatir. Hadir juga saat itu, Ketua Komisi X Syaiful Huda dan perwakilan dari Kemnaker.
“Pertemuan tersebut membahas soal upah/penghasilan, akses jaminan sosial, tiadanya sumber pendapatan di hari tua, terlantar, biaya pengobatan jika cedera dan lain-lain. Saya mendengar kisah para atlet senior yang tidak tenang hidupnya di masa tua,” tuturnya.
Menurut Gus Muhaimin, mereka atlet dan pekerja, butuh rasa aman, di masa jaya maupun tua. Butuh hidup layak agar bisa fokus berlatih dan berprestasi. Jika hidup atlet di masa tua serba kesulitan, jangan tuntut prestasi tinggi dari atlet saat mereka muda.
Gus Muhaimin dalam sambutannya bercerita bahwa beberapa waktu lalu tepatnya pada 1 September 2021, ia sempat bertemu dengan beberapa pesepakbola tanah air secara virtual, seperti Firman Utina, Bimasakti, Andrithani. Mereka mewakili suara ribuan atlet pesepakbola, dari Liga 1 hingga 3, bahkan yang amatir. Hadir juga saat itu, Ketua Komisi X Syaiful Huda dan perwakilan dari Kemnaker.
“Pertemuan tersebut membahas soal upah/penghasilan, akses jaminan sosial, tiadanya sumber pendapatan di hari tua, terlantar, biaya pengobatan jika cedera dan lain-lain. Saya mendengar kisah para atlet senior yang tidak tenang hidupnya di masa tua,” tuturnya.
Menurut Gus Muhaimin, mereka atlet dan pekerja, butuh rasa aman, di masa jaya maupun tua. Butuh hidup layak agar bisa fokus berlatih dan berprestasi. Jika hidup atlet di masa tua serba kesulitan, jangan tuntut prestasi tinggi dari atlet saat mereka muda.
Lihat Juga :