2.431 Kejadian Bencana hingga November, 98% Hidrometeorologi

Selasa, 23 November 2021 - 16:21 WIB
Sudirman juga mengatakan bahwa ancaman hidrometeorologis sebetulnya tidak harus menjadi bencana. Dia mengatakan untuk memutus lingkaran kejadian bencana yang sering terjadi berulang membutuhkan pemahaman yang lebih baik tentang risiko bencana hidrometeorologi dalam semua dimensinya.

“Baik dari dimensi pengurangan paparan terhadap ancaman, pengurangan kerentanan dan peningkatan kapasitas masyarakat terhadap bahaya,” imbuhnya.

Selain itu, kata Sudirman, diperlukan sosialisasi pada masyarakat agar lebih mengenal lingkungan dan potensi bencana di lingkungan tempat tinggalnya. “Sehingga dapat mengurangi dampak yang ditimbulkan dari bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi sewaktu-waktu,” katanya.

Sudirman juga mengatakan harus dilakukan penyusunan rencana kontijensi di provinsi-provinsi yang diperkirakan akan mengalami dampak La Nina untuk mengalokasikan anggaran adaptasi dan mitigasi bencana akibat perubahan iklim serta peningkatan daya dukung lingkungan. “Penguatan koordinasi pentahelix dengan melibatkan pemerintah, masyarakat, akademisi, media massa, dan dunia usaha terkait bencana hidrometeorologi melalui update informasi cuaca, potensi cuaca ekstrem dan potensi bencana hidrometeorologi di wilayah bencana,” ujar Sudirman.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!