Masyarakat Harus Disiplin Jalankan PPKM Level 3 Akhir Tahun
Jum'at, 19 November 2021 - 13:59 WIB
"Jumlah pemeriksaan, tingkat penularan, angka kematian, kesiapan fasilitas kesehatan, dan tingginya vaksinasi di suatu daerah harus menjadi dasar-dasar dalam membuat kebijakan," imbuhnya.
Baca: Pemerintah Tetapkan PPKM Level 3 Selama Nataru, Ini Daftar Pembatasannya
Pakar epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Laura Navika Yamani juga menilai positif rencana pemerintah menerapkan PPKM Level 3 saat libur Natal dan Tahun Baru. "Saya rasa ini juga langkah mungkin bagus ya untuk meminimalisir," kata Laura.
Namun, dia juga menilai perlunya sosialisasi ke masyarakat sebelum kebijakan itu diterapkan. "Nah ini harus disosialisasikan kembali ke masyarakat, takutnya masyarakat lupa apa yang dimaksud dengan PPKM Level 3, apa yang hal enggak boleh dilakukan dan apa yang boleh," ujar Laura.
Kemudian, dia mengatakan 3 T secara acak juga diperlukan, termasuk pengawasannya. "Kemudian dipersiapkan kalau positif tempat-tempat isolasi mana yang bisa digunakan yang dekat dengan area tadi," pungkasnya.
Baca juga: 8 Strategi Hadapi Ancaman Gelombang Ketiga Covid-19, Nomor 6 Kerahkan Nakes Cadangan
Dukungan terhadap rencana pemerintah menerapkan kebijakan PPKM Level 3 itu pun datang dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI). "Kenapa IDI mendukung? Karena sudah berkali-kali setiap ada pergerakan ada mobilitas yang tinggi libur ini itu selalu memicu penularan dan lonjakan kasus, ini yang harus dijaga," kata Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Daeng M. Faqih.
Baca: Pemerintah Tetapkan PPKM Level 3 Selama Nataru, Ini Daftar Pembatasannya
Pakar epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Laura Navika Yamani juga menilai positif rencana pemerintah menerapkan PPKM Level 3 saat libur Natal dan Tahun Baru. "Saya rasa ini juga langkah mungkin bagus ya untuk meminimalisir," kata Laura.
Namun, dia juga menilai perlunya sosialisasi ke masyarakat sebelum kebijakan itu diterapkan. "Nah ini harus disosialisasikan kembali ke masyarakat, takutnya masyarakat lupa apa yang dimaksud dengan PPKM Level 3, apa yang hal enggak boleh dilakukan dan apa yang boleh," ujar Laura.
Kemudian, dia mengatakan 3 T secara acak juga diperlukan, termasuk pengawasannya. "Kemudian dipersiapkan kalau positif tempat-tempat isolasi mana yang bisa digunakan yang dekat dengan area tadi," pungkasnya.
Baca juga: 8 Strategi Hadapi Ancaman Gelombang Ketiga Covid-19, Nomor 6 Kerahkan Nakes Cadangan
Dukungan terhadap rencana pemerintah menerapkan kebijakan PPKM Level 3 itu pun datang dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI). "Kenapa IDI mendukung? Karena sudah berkali-kali setiap ada pergerakan ada mobilitas yang tinggi libur ini itu selalu memicu penularan dan lonjakan kasus, ini yang harus dijaga," kata Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Daeng M. Faqih.
Lihat Juga :