Kisah 2 Paman Prabowo yang Gugur di Usia Belia saat Bertempur Bersama Daan Mogot
Senin, 15 November 2021 - 05:30 WIB
Mayor Daan Mogot bersama beberapa tentara memasuki kantor militer Jepang. Di sana mereka memberikan penjelasan mengenai maksud kedatangan tersebut. Tetapi di luar markas, Lettu Subianto dan Lettu Soetopo tanpa menunggu hasil perundingan langsung melucuti tentara Jepang. Senjata-senjata Nippon itu berhasil dikumpulkan.
“Namun tiba-tiba terdengar letusan senjata. Letusan ini memicu kepanikan tentara Jepang yang menduga mereka dijebak sehingga mereka mulai sigap dan menembaki tentara MAT,” ucap Prabowo.
Baca juga: PDIP Diyakini Calonkan Ganjar Jika Anies dan Prabowo Maju Pilpres 2024
Para taruna MAT pun mencoba memberikan perlawanan. Mereka melepaskan tembakan pula untuk membalas. Tetapi pertempuran itu tidak seimbang. Perang berakhir ketika hari mulai gelap. Prajurit yang masih hidup ditawan Jepang, sementara lainnya berhasil menyelematkan diri.
“Mayor Daan Mogot, Lettu Subianto Djojohadikusumo, Kadet Sujono dan dua perwira dari polisi tentara serta 33 prajurit gugur dalam pertempuran. Dua paman saya, Subianto dan Sujono, pada saat itu usianya baru 16 tahun,” tutur Prabowo.
“Dari cerita Daan Mogot dan Pertempuran Lengkong sejak kecil saya belajar sebuah pelajaran abadi. Pelajaran bahwa nilai-nilai patriotism, idealisme dan keberpihakan kepada Merah Putih dapat dimulai dari usia sangat muda,” ucap mantan Pangkostrad ini.
“Namun tiba-tiba terdengar letusan senjata. Letusan ini memicu kepanikan tentara Jepang yang menduga mereka dijebak sehingga mereka mulai sigap dan menembaki tentara MAT,” ucap Prabowo.
Baca juga: PDIP Diyakini Calonkan Ganjar Jika Anies dan Prabowo Maju Pilpres 2024
Para taruna MAT pun mencoba memberikan perlawanan. Mereka melepaskan tembakan pula untuk membalas. Tetapi pertempuran itu tidak seimbang. Perang berakhir ketika hari mulai gelap. Prajurit yang masih hidup ditawan Jepang, sementara lainnya berhasil menyelematkan diri.
“Mayor Daan Mogot, Lettu Subianto Djojohadikusumo, Kadet Sujono dan dua perwira dari polisi tentara serta 33 prajurit gugur dalam pertempuran. Dua paman saya, Subianto dan Sujono, pada saat itu usianya baru 16 tahun,” tutur Prabowo.
“Dari cerita Daan Mogot dan Pertempuran Lengkong sejak kecil saya belajar sebuah pelajaran abadi. Pelajaran bahwa nilai-nilai patriotism, idealisme dan keberpihakan kepada Merah Putih dapat dimulai dari usia sangat muda,” ucap mantan Pangkostrad ini.
(muh)
Lihat Juga :