Pertempuran di Banten dan Sosok Mayor Widagdo si Hantu Jembatan
Rabu, 10 November 2021 - 16:00 WIB
Posisinya sebagai kepala bagian persenjataan menjadi sangat penting dalam perjuangan kemerdekaan melawan Agresi Militer II . Seluruh kebutuhan persenjaatan para pejuang saat melakukan pertempuran di Banten diatur oleh Mayor Widagdo.
Selain menjabat sebagai kepala bagian persenjataan, Mayor Widagdo juga banyak terlibat langsung dalam aksi pertempuran melawan Belanda. Mayor Widagdo dikenal sosok yang ahli merakit bom. Tugasnya kala itu meledakkan jembatan dan jalan penting yang menjadi akses kendaraan tempur milik Belanda saat melakukan Agresi Militer II. Saking banyaknya jembatan dan jalan penting yang diledakkan, sosok Mayor Widagdo dikenal sebagai "Hantu Jembatan".
"Bapak itu dikenal sebagai 'Hantu Jembatan' karena tugasnya menghacurkan jembatan dan jalan untuk menghentikan mobilitas pasukan Belanda," cerita Purini.
Strategi pertempuran saat melawan Agresi Militer Belanda di Banten adalah pertempuran gerilya. Begitu juga dengan aksi Mayor Widagdo saat melakukan peledakan jembatan dan jalan-jalan penting. Semua aksinya dilakukan dengan cara senyap.
Baca juga: Agresi Militer Belanda II, Upaya Kompeni Melumpuhkan Pemerintahan Indonesia
Sosok Mayor Widagdo laksana hantu yang sulit terdeteksi. Puluhan jembatan yang menjadi akses mobilitas agresi militer kedua dihancurkan satu demi satu.
Aksi Mayor Widagdo membuat Belanda sangat geram. Belanda berusaha menghentikan aksi Mayor Widagdo namun selalu gagal. Kepiawaian dalam melakukan penyamaran membuat Belanda kesulitan menangkap Mayor Widagdo. Belanda pun menjadikan Mayor Widagdo sebagai salah satu pejuang yang paling dicari. Selain pejuang, Mayor Widagdo adalah sosok pemuda yang menginspirasi.
Selain menjabat sebagai kepala bagian persenjataan, Mayor Widagdo juga banyak terlibat langsung dalam aksi pertempuran melawan Belanda. Mayor Widagdo dikenal sosok yang ahli merakit bom. Tugasnya kala itu meledakkan jembatan dan jalan penting yang menjadi akses kendaraan tempur milik Belanda saat melakukan Agresi Militer II. Saking banyaknya jembatan dan jalan penting yang diledakkan, sosok Mayor Widagdo dikenal sebagai "Hantu Jembatan".
"Bapak itu dikenal sebagai 'Hantu Jembatan' karena tugasnya menghacurkan jembatan dan jalan untuk menghentikan mobilitas pasukan Belanda," cerita Purini.
Strategi pertempuran saat melawan Agresi Militer Belanda di Banten adalah pertempuran gerilya. Begitu juga dengan aksi Mayor Widagdo saat melakukan peledakan jembatan dan jalan-jalan penting. Semua aksinya dilakukan dengan cara senyap.
Baca juga: Agresi Militer Belanda II, Upaya Kompeni Melumpuhkan Pemerintahan Indonesia
Sosok Mayor Widagdo laksana hantu yang sulit terdeteksi. Puluhan jembatan yang menjadi akses mobilitas agresi militer kedua dihancurkan satu demi satu.
Aksi Mayor Widagdo membuat Belanda sangat geram. Belanda berusaha menghentikan aksi Mayor Widagdo namun selalu gagal. Kepiawaian dalam melakukan penyamaran membuat Belanda kesulitan menangkap Mayor Widagdo. Belanda pun menjadikan Mayor Widagdo sebagai salah satu pejuang yang paling dicari. Selain pejuang, Mayor Widagdo adalah sosok pemuda yang menginspirasi.
Lihat Juga :