Muqowam: PBNU Masih Butuh Said Aqil
Kamis, 04 November 2021 - 03:04 WIB
"Kami semua sependapat bahwa PBNU masih membutuhkan dan masih menginginkan beliau sebagai pemegang estafet kepemimpinan menyongsong NU abad kedua. Langkah, sikap, dan kebijakan-kebijakan strategis NU di bawah kepemimpinan beliau sudah on the best track," kata Muqowam.
Dia mengatakan, kepemimpinan Said di periode emas ke depan sangat menentukan. Sebab di fase dan momentum inilah agenda-agenda strategis internal dan eksternal, nasional, dan internasional akan dituntaskan.
"Terkait upaya penguatan manajemen dan data base organisasi misalnya, PBNU telah merintis dan mulai menerapkan sistem pendataan secara nasional anggota NU melalui SispendaNU. PBNU juga telah menerapkan prinsip transparansi kebendaharaan yang sehat, yang terbuka jika setiap saat dibutuhkan audit publik," katanya.
Muktamar ke-34 NU dijadwalkan digelar pada 23-25 Desember 2021. Muktamar kali ini memuat momentum penting. NU akan memasuki fase tinggal landas dari perjalanan panjangnya di abad pertama menuju abad kedua yang diproyeksikan mampu meningkatkan peran sebagai jangkar kemakmuran bangsa.
NU sejak didirikan oleh Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari pada 31 Januari 1926 di Surabaya telah senantiasa tegak lurus dalam memperjuangkan dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Momentum abad kedua, haruslah menjadi tonggak untuk menambatkan tugas baru sebagai garda perekonomian bangsa.
Dia mengatakan, kepemimpinan Said di periode emas ke depan sangat menentukan. Sebab di fase dan momentum inilah agenda-agenda strategis internal dan eksternal, nasional, dan internasional akan dituntaskan.
"Terkait upaya penguatan manajemen dan data base organisasi misalnya, PBNU telah merintis dan mulai menerapkan sistem pendataan secara nasional anggota NU melalui SispendaNU. PBNU juga telah menerapkan prinsip transparansi kebendaharaan yang sehat, yang terbuka jika setiap saat dibutuhkan audit publik," katanya.
Muktamar ke-34 NU dijadwalkan digelar pada 23-25 Desember 2021. Muktamar kali ini memuat momentum penting. NU akan memasuki fase tinggal landas dari perjalanan panjangnya di abad pertama menuju abad kedua yang diproyeksikan mampu meningkatkan peran sebagai jangkar kemakmuran bangsa.
NU sejak didirikan oleh Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari pada 31 Januari 1926 di Surabaya telah senantiasa tegak lurus dalam memperjuangkan dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Momentum abad kedua, haruslah menjadi tonggak untuk menambatkan tugas baru sebagai garda perekonomian bangsa.
Lihat Juga :