Biaya Umrah Bakal Naik, Diperkirakan Lebih dari Rp30 Juta
Kamis, 21 Oktober 2021 - 12:46 WIB
Biaya umrah di tengah pandemi bakal naik lagi hingga di atas Rp30 juta. FOTO/DOK.SINDOnews
JAKARTA - Ketua Umum Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH) Budi Darmawan memperkirakan biaya umrah di tengah pandemi bakal naik lagi hingga di atas Rp30 juta. Kenaikan biaya ini sebagai dampak dari penerapan protokol kesehatan ketat oleh Indonesia dan Arab Saudi.
Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) sebelumnya resmi menetapkan tarif referensi umrah dari Rp20 juta menjadi Rp26 juta. Penetapan tarif itu disepakati pada Desember 2020 saat Menteri Agama (Menag) masih dijabat oleh Fachrul Razi.
"Kita pernah sepakati dengan referensi harga Rp26 juta pada saat itu tapi belum ada PCR, belum ada karantina pada saat kita berhitung bersama. Tapi karena kasus ini terjadi, harus berkarantina dan harus di sana cover asuransi, jelas akan terjadi peningkaan harga lagi," kata Budi dalam webinar yang diselenggarakan FMB 9, Kamis (22/10/2021).
Baca juga: Umrah Sistem Satu Pintu dan Karantina Dinilai Memberatkan Jamaah
Budi berharap jamaah dapat mengerti bahwa kenaikan ini bukan disebabkan dari harga paketnya, tetapi untuk menyelaraskan dengan aturan-aturan baru yang dibuat pemerintah Indonesia maupun Kerajaan Arab Saudi. Semisal untuk mengcover biaya tes PCR, karantina, dan lain sebagainya, sebagai syarat pelaku perjalanan internasional.
Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) sebelumnya resmi menetapkan tarif referensi umrah dari Rp20 juta menjadi Rp26 juta. Penetapan tarif itu disepakati pada Desember 2020 saat Menteri Agama (Menag) masih dijabat oleh Fachrul Razi.
"Kita pernah sepakati dengan referensi harga Rp26 juta pada saat itu tapi belum ada PCR, belum ada karantina pada saat kita berhitung bersama. Tapi karena kasus ini terjadi, harus berkarantina dan harus di sana cover asuransi, jelas akan terjadi peningkaan harga lagi," kata Budi dalam webinar yang diselenggarakan FMB 9, Kamis (22/10/2021).
Baca juga: Umrah Sistem Satu Pintu dan Karantina Dinilai Memberatkan Jamaah
Budi berharap jamaah dapat mengerti bahwa kenaikan ini bukan disebabkan dari harga paketnya, tetapi untuk menyelaraskan dengan aturan-aturan baru yang dibuat pemerintah Indonesia maupun Kerajaan Arab Saudi. Semisal untuk mengcover biaya tes PCR, karantina, dan lain sebagainya, sebagai syarat pelaku perjalanan internasional.
Lihat Juga :