Sejarah Lahirnya TNI: dari BKR hingga Menjadi Angkatan Bersenjata yang Disegani di Dunia
Selasa, 05 Oktober 2021 - 06:04 WIB
Panglima Besar Jenderal Soedirman. Foto/Arsip Nasional
JAKARTA - Sejarah lahirnya TNI yang diperingati setiap 5 Oktober merupakan momentum untuk mengenang perjalanan panjang tentara Indonesia.
Di mulai saat masih bernama Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang dibentuk pada 22 Agustus 1945. BKR menjadi kekuatan bersenjata yang diandalkan dalam mempertahankan kemerdekaan. Tidak hanya di darat, BKR juga membangun kekuatannya di laut. Sejumlah tokoh dan pelaut-pelaut veteran Indonesia yang pernah bertugas di Koninklijke Marine yakni, Angkatan Laut Kerajaan Belanda dan Kaigun pada masa pendudukan Jepang seperti R.E. Martadinata, Mas Pardi, dan M. Nazir, ikut membidani lahirnya BKR laut yang kini menjadi TNI Angkatan Laut (AL).
Tidak hanya itu, BKR juga membangun kekuatannya di udara. Dirintis oleh para mantan anggota korps penerbangan Belanda, seperti Militaire Luchtvaart (ML), Marine-Luchtvaartdienst (MLD), dan Vrijwillig Vliegers Corps, dan Rikugun Koku Butai, Kaigun Koku Butai, serta Nanpo Koku Kabusyiki, Jepang. BKR udara berdiri di daerah-daerah yang memiliki pangkalan udara, salah satu pendirinya adalah, Komodor Udara R. Soerjadi Soerjadarma. Baca juga: 100 Alutsista Dipamerkan Pada HUT ke-76 TNI, Istana: Beri Kebanggaan Masyarakat
Angkatan bersenjata ini selanjutnya berubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) pada 5 Oktober 1945. Namun agar sesuai dengan dasar militer international, angkatan perang Republik Indonesia kembali berubah menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI) pada 7 Januari 1946. Baca juga: HUT ke-76 TNI, di Antara 2 kekuatan Raksasa China vs AUKUS
Selanjutnya, TRI sebagai tentara regular bersama dengan laskar-laskar dan badan-badan perjuangan rakyat bertempur melawan penjajah di seluruh wilayah nusantara mempertahankan kemerdekaan bangsa dan menjaga kedaulatan negara.
Di mulai saat masih bernama Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang dibentuk pada 22 Agustus 1945. BKR menjadi kekuatan bersenjata yang diandalkan dalam mempertahankan kemerdekaan. Tidak hanya di darat, BKR juga membangun kekuatannya di laut. Sejumlah tokoh dan pelaut-pelaut veteran Indonesia yang pernah bertugas di Koninklijke Marine yakni, Angkatan Laut Kerajaan Belanda dan Kaigun pada masa pendudukan Jepang seperti R.E. Martadinata, Mas Pardi, dan M. Nazir, ikut membidani lahirnya BKR laut yang kini menjadi TNI Angkatan Laut (AL).
Tidak hanya itu, BKR juga membangun kekuatannya di udara. Dirintis oleh para mantan anggota korps penerbangan Belanda, seperti Militaire Luchtvaart (ML), Marine-Luchtvaartdienst (MLD), dan Vrijwillig Vliegers Corps, dan Rikugun Koku Butai, Kaigun Koku Butai, serta Nanpo Koku Kabusyiki, Jepang. BKR udara berdiri di daerah-daerah yang memiliki pangkalan udara, salah satu pendirinya adalah, Komodor Udara R. Soerjadi Soerjadarma. Baca juga: 100 Alutsista Dipamerkan Pada HUT ke-76 TNI, Istana: Beri Kebanggaan Masyarakat
Angkatan bersenjata ini selanjutnya berubah menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) pada 5 Oktober 1945. Namun agar sesuai dengan dasar militer international, angkatan perang Republik Indonesia kembali berubah menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI) pada 7 Januari 1946. Baca juga: HUT ke-76 TNI, di Antara 2 kekuatan Raksasa China vs AUKUS
Selanjutnya, TRI sebagai tentara regular bersama dengan laskar-laskar dan badan-badan perjuangan rakyat bertempur melawan penjajah di seluruh wilayah nusantara mempertahankan kemerdekaan bangsa dan menjaga kedaulatan negara.
Lihat Juga :