KPK Tetapkan Bupati dan Kepala BPBD Kolaka Timur Jadi Tersangka
Rabu, 22 September 2021 - 21:34 WIB
KPK menetapkan sebagai tersangka Bupati Kolaka Timur Andi Merya Nur (AMN) dugaan suap terkait pengadaan barang dan jasa di Kolaka Timur tahun 2021. Foto/SINDOnews/Raka Dwi
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan sebagai tersangka Bupati Kolaka Timur Andi Merya Nu r (AMN) dugaan suap terkait pengadaan barang dan jasa di Kolaka Timur tahun 2021. Selain Andi, KPK juga menetapkan Kepala BPBD Kolaka Timur Anzarullah (AZR) sebagai tersangka.
"KPK meningkatkan status perkara ini ke tahap penyidikan dengan menetapkan dua orang sebagai tersangka," ujar Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (22/9/2021). Baca juga: Tiba di KPK, Bupati Kolaka Timur Andi Merya Nur Bungkam
Sebelumnya, Andi dan Anza tiba sekira pukul 18.33 WIB. Andi dan Anza telah diamankan sebelumnya saat tim Satuan Tugas (Satgas) KPK menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Selasa, 21 September 2021 malam.
Selain menangkap beberapa pihak, tim juga mengamankan sejumlah uang yang diduga berkaitan dengan OTT tersebut. Sayangnya, Ali masih enggan membeberkan secara detail ihwal siapa saja yang diamankan, berapa jumlah uang, serta kronologi operasi senyap tersebut.
"KPK meningkatkan status perkara ini ke tahap penyidikan dengan menetapkan dua orang sebagai tersangka," ujar Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (22/9/2021). Baca juga: Tiba di KPK, Bupati Kolaka Timur Andi Merya Nur Bungkam
Sebelumnya, Andi dan Anza tiba sekira pukul 18.33 WIB. Andi dan Anza telah diamankan sebelumnya saat tim Satuan Tugas (Satgas) KPK menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Selasa, 21 September 2021 malam.
Selain menangkap beberapa pihak, tim juga mengamankan sejumlah uang yang diduga berkaitan dengan OTT tersebut. Sayangnya, Ali masih enggan membeberkan secara detail ihwal siapa saja yang diamankan, berapa jumlah uang, serta kronologi operasi senyap tersebut.
Lihat Juga :