Ziarah ke Makam Gus Dur, Moeldoko: Beliau Bapak Demokrasi dan Toleransi
Jum'at, 17 September 2021 - 19:07 WIB
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko berziarah ke makam Presiden RI ke-4 KH. Abdurrahman Wahid di Pondok Pesantren Tebuireng. Foto/Ist
JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Jombang Jawa Timur, Jumat (17/9/2021).
Dalam kunjungannya tersebut Moeldoko yang didampingi Tenaga Ahli Utama Kedeputian V Rumadi Ahmad, menyempatkan diri berziarah ke makam Presiden RI ke-4 KH. Abdurrahman Wahid di Pondok Pesantren Tebuireng.
Bersama pimpinan Pondok Pesantren Tebuireng KH. Abdul Hakim Mahfudz, mantan Panglima TNI itu melakukan doa bersama serta tabur bunga. "Gus Dur adalah Bapak Demokrasi, Bapak Perdamaian dan Toleransi. Sudah sepatutnya kita meneladani dan meneruskan perjuangan beliau," tutur Moeldoko, Jumat (17/9/2021). Baca juga: Demokrat Moeldoko Sebut Penilaian Kubu AHY Soal Barang Bukti Terlalu Prematur
Moeldoko menyebut, di tengah ancaman intoleransi saat ini, sudah sepatutnya pemimpin bangsa mengambil pelajaran dari apa yang sudah ditanamkan oleh para pendahulu. Salah satunya, Gus Dur. "Kita sudah melihat bagaimana Gus Dur dulu sangat menjunjung perdamaian dan bisa menyatukan keberagaman. Semangat itu harus dijaga, jangan sampai dirusak oleh munculnya paham-paham baru," ungkapnya. Baca juga: Makam Gus Dur dan 9 Fakta Uniknya Jadi Destinasi Peziarah
Dalam kunjungannya tersebut Moeldoko yang didampingi Tenaga Ahli Utama Kedeputian V Rumadi Ahmad, menyempatkan diri berziarah ke makam Presiden RI ke-4 KH. Abdurrahman Wahid di Pondok Pesantren Tebuireng.
Bersama pimpinan Pondok Pesantren Tebuireng KH. Abdul Hakim Mahfudz, mantan Panglima TNI itu melakukan doa bersama serta tabur bunga. "Gus Dur adalah Bapak Demokrasi, Bapak Perdamaian dan Toleransi. Sudah sepatutnya kita meneladani dan meneruskan perjuangan beliau," tutur Moeldoko, Jumat (17/9/2021). Baca juga: Demokrat Moeldoko Sebut Penilaian Kubu AHY Soal Barang Bukti Terlalu Prematur
Moeldoko menyebut, di tengah ancaman intoleransi saat ini, sudah sepatutnya pemimpin bangsa mengambil pelajaran dari apa yang sudah ditanamkan oleh para pendahulu. Salah satunya, Gus Dur. "Kita sudah melihat bagaimana Gus Dur dulu sangat menjunjung perdamaian dan bisa menyatukan keberagaman. Semangat itu harus dijaga, jangan sampai dirusak oleh munculnya paham-paham baru," ungkapnya. Baca juga: Makam Gus Dur dan 9 Fakta Uniknya Jadi Destinasi Peziarah
Lihat Juga :