Masyarakat Jangan Terkotak-Kotak dalam Pergaulan Agama, Ras dan Etnis
Jum'at, 17 September 2021 - 02:10 WIB
Wakil Ketua Pembina Pengurus Pusat Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PP Perti) Anwar Sanusi. FOTO/IST
JAKARTA - Indonesia merupakan negara dengan tingkat keberagaman yang sangat tinggi. Tidak hanya berbeda suku, tapi juga ras, budaya dan agama. Semua keberagaman tersebut harus dimaknai sebagai anugerah Tuhan yang patut dijaga dan dipahami bahwa keberagaman yang ada ini merupakan keniscayaan, bukan persoalan.
"Dengan perbedaan yang beraneka ragam ini, masyarakat bangsa ini jangan sampai terkotak-kotak, baik dalam pergaulan agama, pergaulan ras atau etnis," kata Wakil Ketua Pembina Pengurus Pusat Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PP Perti) Anwar Sanusi di Jakarta, Kamis (16/9/2021).
Ia menjelaskan, dalam trilogi persaudaraan dikenal dengan nama ukhuwah wathaniyah yang bermakna persaudaraan sebangsa, di mana terdapat perbedaan ras, suku, budaya dan agama bukanlah lagi menjadi tembok pemisah. Menurutnya, persaudaraan kebangsaan yang demikian ini harus didahulukan, mengingat hal ini sejalan dengan cita-cita para pendahulu bangsa yang ingin mempersatukan bangsa Indonesia.
Baca juga: Menggali Nilai-Nilai Pancasila dalam Keberagaman dan Pelestarian Kota Lama Semarang
"Dengan perbedaan yang beraneka ragam ini, masyarakat bangsa ini jangan sampai terkotak-kotak, baik dalam pergaulan agama, pergaulan ras atau etnis," kata Wakil Ketua Pembina Pengurus Pusat Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PP Perti) Anwar Sanusi di Jakarta, Kamis (16/9/2021).
Ia menjelaskan, dalam trilogi persaudaraan dikenal dengan nama ukhuwah wathaniyah yang bermakna persaudaraan sebangsa, di mana terdapat perbedaan ras, suku, budaya dan agama bukanlah lagi menjadi tembok pemisah. Menurutnya, persaudaraan kebangsaan yang demikian ini harus didahulukan, mengingat hal ini sejalan dengan cita-cita para pendahulu bangsa yang ingin mempersatukan bangsa Indonesia.
Baca juga: Menggali Nilai-Nilai Pancasila dalam Keberagaman dan Pelestarian Kota Lama Semarang
Lihat Juga :