Puan dan Ganjar, Duo PDIP yang Minim Prestasi tapi Beda Nasib

Senin, 13 September 2021 - 08:15 WIB
Begitu juga Ganjar, menurut Jamil, Ganjar belum menunjukan kapasitasnya sebagai pemimpin nasional. Selama menjadi gubernur, Ganjar tampaknya masih sebagai pemimpin lokal saja. Prestasinya selama jadi gubernur juga belum ada yang monumental. "Belum terlihat kebijakan yang diambilnya berimbas untuk kemajuan nasional," tutur Jamil.

Namun demikian, kata dia, kalau pun harus dinilai, Ganjar memang lebih baik dari Puan dilihat dari elektabilitasnya. Namun melihat sepak terjang lembaga survei belakangan ini, tampaknya wajar bila hasil surveinya diragukan validitasnya. "Jadi, Puan dan Ganjar dilihat dari prestasi tampaknya seimbang. Keduanya sama-sama kurang berprestasi di level nasional," terangnya.

Baca juga: Bagaimana Peta Capres Setelah Ada Konflik Puan Vs Ganjar?

Karena itu, Jamil berkesimpulan, wajar kalau DPP PDIP nantinya akan lebih memilih Puan dari pada Ganjar pada Pilpres 2024. Sebab meskipun kurang berprestasi, Puan sudah memimpin di level nasional. Sebaliknya Ganjar hingga saat ini masih dianggap pemimpin lokal. Selain itu, Puan salah satu trah Soekarno. Nama Soekarno tampaknya masih bisa dijual untuk mendulang suara bila Puan maju pada Pilpres mendatang.

"Hal terpenting, bagi Megawati Soekarnoputri, kalau Puan tidak dimajukan pada Pilpres 2024, maka peluang lenyapnya trah Soekarno akan besar. Tentu hal ini tidak dikehendaki Megawati dan petinggi PDIP yang diuntungkan bila trah Soekarno masih tetap eksis di PDIP," tandas mantan Dekan FIKOM IISIP Jakarta ini.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!