Makna Busana Bali yang Dikenakan Puan Maharani di Sidang Tahunan MPR
Selasa, 24 Agustus 2021 - 14:53 WIB
Menurutnya, makna pakaian yang dikenakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Puan Maharani di acara Sidang Tahunan MPR dan Pidato Kenegaraan itu saling melengkapi di saat pandemi Covid-19 sekarang ini. "Di balik makna simbolisasi baju dengan sentuhan budaya Indonesia yang dipakai kedua tokoh ini menggambarkan rasa kebersamaan, keselarasan dan keterpaduan antara eksekutif dan legislatif dalam menangani pandemi Covid-19," pungkasnya.
Pakar Busana Bali Anak Agung Ngurah Anom Mayun K Tenaya menilai busana yang digunakan Puan bukanlah Payas Agung. Sebab, pakaian adat Payas Agung di Bali hanya boleh dikenakan saat pelaksanaan Upacara Manusa Yadnya Utama oleh kalangan tertentu. "Yang dipakai Puan adalah busana modifikasi madya. Hasil modifikasi rias Bali, bukan pakaian adat," katanya.
Namun, diakuinya bahwa busana yang digunakan Puan Maharani layak diacungi jempol. "Berani melakukan improvisasi, sehingga terkesan anggun bagi pemakainya," kata akademisi Prodi Fashion dari Institut Seni Indonesia Denpasar itu.
Dia mengatakan, keberadaan pakaian Bali sangat erat kaitannya dengan budaya tata cara upacara di daerah tersebut. "Punahnya kain-kain asli Bali akibat dari budaya masyarakat sendiri seperti penyederhanaan upacara, yang biasanya menggunakan kain-kain sakral, akhirnya ditiadakan," kata Mayun.
Dia pun mengapresiasi sentuhan budaya Indonesia dalam pakaian yang dikenakan oleh Presiden Joko Widodo, Puan Maharani, serta pejabat lainnya dalam acara kenegaraan.
Pakar Busana Bali Anak Agung Ngurah Anom Mayun K Tenaya menilai busana yang digunakan Puan bukanlah Payas Agung. Sebab, pakaian adat Payas Agung di Bali hanya boleh dikenakan saat pelaksanaan Upacara Manusa Yadnya Utama oleh kalangan tertentu. "Yang dipakai Puan adalah busana modifikasi madya. Hasil modifikasi rias Bali, bukan pakaian adat," katanya.
Namun, diakuinya bahwa busana yang digunakan Puan Maharani layak diacungi jempol. "Berani melakukan improvisasi, sehingga terkesan anggun bagi pemakainya," kata akademisi Prodi Fashion dari Institut Seni Indonesia Denpasar itu.
Dia mengatakan, keberadaan pakaian Bali sangat erat kaitannya dengan budaya tata cara upacara di daerah tersebut. "Punahnya kain-kain asli Bali akibat dari budaya masyarakat sendiri seperti penyederhanaan upacara, yang biasanya menggunakan kain-kain sakral, akhirnya ditiadakan," kata Mayun.
Dia pun mengapresiasi sentuhan budaya Indonesia dalam pakaian yang dikenakan oleh Presiden Joko Widodo, Puan Maharani, serta pejabat lainnya dalam acara kenegaraan.
(zik)
Lihat Juga :