Anggota DPR Dukung BPOM Beri Sertifikat CPOB untuk Vaksin Merah Putih
Kamis, 19 Agustus 2021 - 20:25 WIB
Ilustrasi/Dok SINDOnews
JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI Yahya Zaini mendukung langkah Badan Pengawas Obat dan Makanan ( BPOM ) menyerahkan sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik ( CPOB ) untuk Vaksin Merah Putih buatan Universitas Airlangga (Unair) dan PT Biotis Pharmaceutical Indonesia.
"Dari enam kandidat Vaksin Merah Putih yang dikembangkan, vaksin Unair menjadi yang terdepan dan paling cepat dalam proses pengembangannya,” ujarnya, Kamis (19/8/2021).
Legislator asal Daerah Pemilihan Jawa Timur VIII ini menilai, pemberian sertifikat CPOB itu dilakukan karena sudah memenuhi sejumlah penilaian yang ditentukan BPOM , antara lain desain fasilitas produksi, pelaksanaan inspeksi, asistensi, konsultasi hingga perbaikan.
Baca juga: PKS Nilai Perhatian Pemerintah Terhadap Riset Vaksin Merah Putih Minim
"Vaksin Merah Putih yang dikembangkan oleh Unair ini murni karya anak bangsa. Karena mulai dari pengembangan bibit vaksin, proses formulasi, produksi dan pengisiannya semua dilakukan di Indonesia," ujar politikus Partai Golkar ini.
Proses uji praklinik tahap II dan uji klinik Vaksin Merah Putih buatan Unair itu pun diharapkan berjalan dengan lancar. Sehingga, pada semester awal tahun 2022 sudah mendapat emergency use authorization (EUA) dari BPOM sekaligus bisa diproduksi secara massal untuk kebutuhan dalam negeri.
"Dari enam kandidat Vaksin Merah Putih yang dikembangkan, vaksin Unair menjadi yang terdepan dan paling cepat dalam proses pengembangannya,” ujarnya, Kamis (19/8/2021).
Legislator asal Daerah Pemilihan Jawa Timur VIII ini menilai, pemberian sertifikat CPOB itu dilakukan karena sudah memenuhi sejumlah penilaian yang ditentukan BPOM , antara lain desain fasilitas produksi, pelaksanaan inspeksi, asistensi, konsultasi hingga perbaikan.
Baca juga: PKS Nilai Perhatian Pemerintah Terhadap Riset Vaksin Merah Putih Minim
"Vaksin Merah Putih yang dikembangkan oleh Unair ini murni karya anak bangsa. Karena mulai dari pengembangan bibit vaksin, proses formulasi, produksi dan pengisiannya semua dilakukan di Indonesia," ujar politikus Partai Golkar ini.
Proses uji praklinik tahap II dan uji klinik Vaksin Merah Putih buatan Unair itu pun diharapkan berjalan dengan lancar. Sehingga, pada semester awal tahun 2022 sudah mendapat emergency use authorization (EUA) dari BPOM sekaligus bisa diproduksi secara massal untuk kebutuhan dalam negeri.
Lihat Juga :