SMRC Kembali Gelar Survei terhadap Kejaksaan, Begini Hasilnya

Kamis, 19 Agustus 2021 - 18:23 WIB
Hal ini sejalan dengan temuan lain, yakni bahwa warga pada umumnya kurang positif dalam menilai kondisi penegakan hukum di negara kita sekarang ini. Deni kemudian menilai kondisi penegakan hukum sekarang dinilai buruk atau sangat buruk 41,2%, lebih banyak dibanding yang menilai baik/sangat baik 25,6%. Sementara yang menilai sedang 30,1% dan yang tidak menjawab sekitar 3,2%.

Selain itu, survei ini juga menemukan 52% menilai proses pemilihan jaksa tidak bersih dari KKN. Sedangkan yang menilai bersih hanya 30%, dan sisanya 18% tidak dapat menjawab.

Begitupun dengan independensi kejaksaan, 49% warga menilai jaksa tidak independen dalam menuntut perkara, lebih banyak dari yang menilai jaksa independen 34%. Yang tidak dapat menjawab 17%. Deni Irvani menegaskan bahwa publik juga menilai buruk sistem pengawasan internal yang berlaku di lingkungan kejaksaan.

“Sekitar 45 persen responden menilai pengawasan internal terhadap pegawai kejaksaan atau jaksa tidak berjalan dengan baik. Yang menilai sudah berjalan dengan baik 35 persen, dan sekitar 20 persen tidak tahu atau tidak dapat menjawab,” kata Deni.

Sementara untuk penanganan daerah, sebanyak 41% responden menilai kasus-kasus di daerah tidak ditangani oleh kejaksaan secara serius dan profesional. Yang menilai sudah ditangani dengan serius dan profesional 38% dan sekitar 20% tidak tahu atau tidak menjawab.

Lebih jauh, survei ini juga menemukan bahwa sekitar 37% warga menilai laporan pengaduan masyarakat atas pelanggaran yang dilakukan jaksa dan pegawai kejaksaan tidak diproses dengan baik oleh pihak kejaksaan. Sedangan yang menilai diproses dengan baik 39% dan yang tidak tahu/tidak menjawab 23%.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!